Tarif Pelayaran Diprediksi Naik 15 Persen

Tarif Pelayaran Diprediksi Naik 15 Persen

Indonesian National Shipowner Association (INSA) atau Asosiasi pemilik kapal memprediksi kenaikan pelayanan 15 persen untuk biaya pelayaran. Kenaikan itu seiring terjadinya kenaikan tarif terminal akibat penyesuaian atas berbagai indikator ekonomi seperti upah buruh.

Ketua DPC INSA Surabaya Stenven H. Lasawengen menjelaskan, pada 2014 memang jatuh tempo penyesuaian tarif pelayaran di pelabuhan yang biaya dilakukan dua tahun sekali. Kenaikan tarif yang sudah diputuskan di PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) sebesar 20 persen untuk lift on lift off maupun tarif penumpukan disesuaikan per 15 Februari.

Selain kenaikan di TPS, lanjut dia, PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI) juga sedang mengkaji kenaikan tarif akibat menyesuaikan dengan upah minimum kota 2014. “TPS sudah diputuskan, tapi BJTI sedang proses, karena kenaikan upah. Kami perhitungkan yang memungkinkan 10 persen sampai 15 persen penyesuaiannya,” jelasnya selasa (11/2/2014).

Kenaikan berbagai biaya itu mendorong pula penyesuaian tarif pelayaran di kisaran 15 persen. Meski demikian penaikan dinilai tidak banyak memengaruhi kenaikan biaya logistik secara keseluruhan.

“Kami pernah menghitung biaya kapal kontribusinya terhadap biaya logistik 5 sampai 7 persen. Sementara biaya pelabuhan dibawah 5 persen,” jelas Stenven.

Dia mencontohkan biaya pengangkutan semen dari Surabaya ke Papua per sak tak lebih Rp 5.000. Meski demikian harga jual di Pulau Cenderawasih bisa Rp100.000 dari harga di Jawa Rp 50.000.

Fakta itu, kata dia, menunjukkan kenaikan tarif angkutan laut berpengaruh kecil terhadap melonjaknya harga barang. Karena itu, perlu diteliti lebih detail fase mana yang memengaruhi biaya logistik.

Sebelumnya Direktur Utama PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI) Putut Srti Muljanto  menyatakan, pihaknya berancang-ancang menaikkan tarif pelayaran jasa terminal. Tetapi pihaknya perlu melakukan pembicaraan dengan seluruh asosiasi terkait tentang penyesuaian tarif.

“Yang berhak menaikkan tarif itu adalah sosiasi, bukan kami. Kenaikan itu diputuskan Otoritas Pelabuhan, berdasarkan kesepakatan bersama. Jadi kenaikan tarif itu bukan kami yang menentukan,” tegasnya.(wh)