Tarif Listrik Naik Dua Bulan Sekali

Tarif Listrik Naik Dua Bulan Sekali

Tarif Tenaga Listrik (TTL) akan mengalami kenaikan sesuai dengan ketetapan pemerintah pada September mendatang. Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM RI Nomor 19/2014 tertanggal 30 Juni 2014, dimana kenaikan diberlakukan setiap dua bulan sekali hingga tarif mencapai harga keekonomian di akhir tahun.

Kenaikan itu berlaku untuk golongan tarif Rumah Tangga dengan daya 1.300 VA, 2.200 VA, 3.500 VA hingga 5.500 VA. Untuk golongan tarif bisnis 2 (B-2) dengan daya 6.600 VA hingga 200 kVA dan golongan bisnis 3 (B-3) dengan daya diatas 200 kVA.

PT PLN (persero) juta memberlakukan kenaikan untuk industri non go public dengan daya di atas 200 kVA dan golongan tarif pemerintah diatas 200 kVA. Kenaikan ini disampaikan Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN (Persero) Area Distribusi Jatim Arkad Matulu.

“Untuk R1 dengan daya 1.300 VA kenaikan dari tarif Rp1.090 per kWh menjadi Rp1.214 per kWh, R2 daya 2.200 VA dari tarif Rp1.109 per kWh menjadi Rp1.224 per kWh, R2 daya 3.500 VA hingga 5.500 VA dari Rp1.200 per kWh menjadi Rp1.279 per kWh,” kata Arkad Matulu, Kamis (28/8/2014).

Kenaikan TTL ini tidak berlaku bagi R1 dengan daya 450 VA dan 900 VA. Jumlah pelanggan R1 ini cukup tinggi untuk kategori R1, yakni mencapai 86 persen dari total pelanggan PLN kategori rumah tangga sebanyak 8.563.048. “Sementara golongan Rumah Tangga diatas 900 kita naikkan agar mereka tidak semakin konsumtif,” lanjut Arkad.

Arkad menambahkan, tidak semua golongan bisnis mengalami kenaikan. “Golongan bisnis dan industri kecil dengan daya dibawah 6.600 VA dan industri kecil dengan daya dibawah 200 kVA. Hal ini untuk mendorong pertumbuhan kinerja mereka agar bisa bersaing di pasar global,” sebut Arkad.

Program ini sesuai dengan anjuran pemerintah guna memberi peluang bisnis bagi industri kecil menengah (IKM). Dimana pemerintah sengaja memberi insentif berupa tarif listrik yang lebih murah dan tidak terbebani dengan tarif listrik.

Dengan adanya kenaikan TTL tersebut, PLN Jatim memperkirakan pendapatan dari penjualan listrik ditahun ini akan mengalami kenaikan yang cukup besar. Jika tahun sebelumnya pendapatan mencapai sekitar Rp24 triliun, di tahun ini pendapatan diperkirakan akan mencapai Rp28 triliun. (wh)