Tarif Industri Naik, Pendapatan PLN Jatim Naik 10 Persen

Tarif Industri Naik, Pendapatan PLN Jatim Naik 10 Persen
Arkad Matulu, Deputi Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Distribusi Jatim

Pendapatan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Distribusi Jatim tahun ini diperkirakan meningkat sekitar 6-10 persen. Peningkatan itu tidak lepas dari kenaikan tarif listrik untuk golongan industri yang berlaku mulai Mei 2014 ini.

”Pendapatan itu diharapkan bisa menambah investasi pada tahun 2015,” ujar Deputi Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Distribusi Jatim Arkad Matulu, Selasa (27/5/2014).

Dia lalu menjelaskan, PLN menargetkan pendapatan tahun ini mencapai Rp 24,173 triliun. Dengan prediksi kenaikan tarif listrik turut mengerek pendapatan yang diperkirakan mencapai Rp 25,623 triliun hingga Rp 26,590 triliun.

Arkad mengungkapkan tarif listrik industri ini untuk mengurangi subsidi. ”Masih banyak perusahaan besar yang masih mendapat subsidi dari pemerintah, dan kenaikan tarif ini untuk mengurangi subsidi,” tegasnya.

Tahun ini, pemerintah menetapkan enam golongan industri yang mengalami kenaikan tarif mulai bulan Mei ini. Untuk kategori industri terdapat I3 untuk perushaaan terbuka dan industri kategori I4.

Selain itu pelanggan Rumah Tangga (R3) dengan daya terpasang 6.600 Volt Ampere (VA) keatas, bisnis menengah dengan daya 6.600 VA sampai 200 Kilo Volt Ampere (KVA), bisnis besar dengan daya diatas 200 KVA dan kantor pemerintah dengan daya sebesar 6.600 VA.

Pendapatan PLN Distribusi Jatim pada triwulan I/2014 sendiri mencapai Rp 2,063 triliun. Pendapatan terbesar disumbang pelanggan industri sebesar Rp 888 miliar, disusul pelanggan Rumah Tangga Rp 5,1 miliar, bisnis Rp 325 miliar, pelanggan pemerintah Rp77 miliar, pendapatan dari pelanggan sosial mencapai Rp 55 miliar dan layanan khusus Rp 128 miliar.

Untuk pelanggan golongan I3 terbuka di Jatim tercatat 161 pelanggan dari total 2.095 pelanggan. Sementara untuk pelanggan golongan I4 sebanyak 15 pelanggan. ”Dengan adanya kenaikan per dua bulan, maka sampai akhir tahun tarif listrik untuk I3 akan menjadi Rp 1.200 rupiah per kwh dan I4 menjadi Rp 1.190 rupiah per kwh,” lanjutnya.

Hingga kini, jumlah pelanggan di Jatim mencapai 9.229.346. Dengan perincian, pelanggan sosial sebanyak 213.847, pelanggan RT 8.563.048, bisnis 381.174 pelanggan, Industri 13.101 pelanggan, Pemerintah 45.489 pelanggan dan layanan  khusus sebanyak 12.687. (wh)