Perlu Tarif Dasar Komoditas Pangan di Kawasan Bencana

Perlu Tarif Dasar Komoditas Pangan di Kawasan Bencana

Pemerintah diminta segera menetapkan kebijakan tarif dasar sejumlah komoditas pangan di kawasan bencana. Adanya kebijakan tarif dasar pangan pada daerah bencana untuk  mengantisipasi inflasi yang lebih tinggi di suatu daerah terkait posokan pangan pada kawasan bencana

“Pemerintah harus segara mengeluarkan kebijakan tarif dasar sejumlah komoditas pangan di kawasan bencana.  Adanya kebijakan ini agar agar harga-harga tidak melambung tinggi akibat ulah spekulan, dengan alasan karena transportasi terhambat padahal harga dari petani juga tidak berubah,” kata Murphi Sembiring, pengamat ekonomi Universitas Widya Kartika Surabaya, Minggu (9/2/2014)

Murphi mencontohkan bencana banjir pada 2007  yang memicu terjadinya shock buying di masyarakat sehingga terjadi pembelian pangan secara besar-besar sehingga harga naik tinggi dan stok pangan berkurang, imbasnya akan terjadi inflasi tinggi di kawasan bencana itu

“Untuk saat ini belum terjadi shock buying, tapi kalau masyarakat tidak percaya dengan manajemen bencana pasti mereka akan melakukan hal itu yaitu menyetok bahan makanan, bila hal itu terjadi untuk ekonomi akan bahaya,”paparnya.

Murphin  juga menyinggung peran Badan Urusan Logistik (Bulog) sebagai lembaga stabilisasi harga pangan, dianggap tidak efektif di daerah yang rawan bencana alam. Seharusnya kata Murphin, peran Bulog dalam suatu bencana harus menjadi peran utama dalam menyuplai pangan bagi masyarakat terkena musibah bencana.

“Mereka ini (korban bencana ) butuh suplay makanan seharusnya peran bulog ini tetap peka dalam harga pangan. Jangan hanya melakukan operasi pasar soal harga makanan saja tetap juga tetap melakukan suplai sembako pada masyarakat korban di kawasan bencana dengan harga yang murah,” ungkapnya.

Murphin berharap peran Bulog dalam bencana alam wajib turun tangan  untuk menyuplay makan pada korban bencana alam di Indonesia. Jika peran Bulog bisa membantu untuk suplai sembako dengan harga murah pada masyarakat di kawasan bencana harga tetap akan stabil.

“Kehadiran Bulog ini akan menjadi dampak yang baik soal harga pangan. Jika nantinya, Bulog memang melakukan hal itu seharusnya barang dari Bulog harus benar-benar bagus dan layak dikomsumsi oleh masyarakat terkena bencana. Disisi lain harga sembako dari Bulog ini bisa menghentikan para oknum-oknum tertantu yang memanfaatkan harga pangan yang tinggi,” paparnya

Ia menerangkan, selama lima tahun terakhir menganalisa, khususnya pada Januari 2014, inflasi telah mencapai 1,07 itu tertinggi sekali sebab bencana terjadi dimana-mana, dibandingkan dengan tahun-tahun  hal ini akan membawa dampak kesulitan ekonomi pada masyarakat.

Dalam hal itu, Murphin mengatakan  secara ekonomi segala sesuatunya masih bisa diatasi. “Bagaimana inflasi bisa dikendalikan, karena memang titik-titik rawan sudah dipetakan yaitu daerah mana lumbung pangan, lumbung pertanian yang jalur distribusinya sudah diketahui, kalau rawan kan bisa diantisipasi. Sebab, komunitas pangan itu kontribusinya terhadap inflasi sangat besar,” pungkasnya.(wh)