Tari Hip Hop Kontemporer Pungkasi Festival Printemps Français

Tari Hip Hop Kontemporer Pungkasi Festival Printemps Français

Tari Hip Hop Kontemporer karya koreografer Perancis, Pierre Rigal, akan menutup Festival Printemps Français 2015 yang digelar  Selasa, 16 Juni 2015 pukul 19.00 WIB di Sheraton Grand Ballroom, Jl Embong Malang Surabaya.

“Sajian pamungkas tahun ini di Surabaya berupa pertunjukan tari hip hop kontemporer berjudul  Standards, yang akan dibawakan oleh kelompok tari Prancis compagnie Derniere Minute,” kata Responsable culturel et communication | Penanggungjawab Budaya & Komunikasi Institut Francais Indonesia (IFI) Surabaya, Pramenda Krishna A di Surabaya Jumat (12/6/2015).

Dikatakannya, tari karya koreografer berbakat Pierre Rigal ini dibawakan para penari pilihan, yang beberapa di antaranya menjuarai kompetisi tari hip hop. “Acara terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Sajian tari ini dapat ditampilkan di Surabaya berkat kerjasama antara IFI Surabaya dan Sheraton Surabaya Hotel &Towers,” katanya.

Dalam  tur Asia tahun ini, selain berkunjung ke Indonesia sekaligus menutup festival tahunan yang di gelar IFI kelompok tari Dernière  Minute  juga berkunjung  Malaysia, Vietnam dan Thailand.  “Mereka sebelum tampil di Surabaya akan tampil di Jakarta,” tutur Krishna.

Untuk diketahui, Pierre Rigal, sebelum menjadi koreografer adalah mantan atlet atletik   yang dengan cepat merebut perhatian di panggung tari hip hop. Seiman asli Perancis ini mengawali sukses dengan karya bertajuk Asphalte.

Bersama kelompok tarinya, Dernière Minute,ia memulai petualangannya di dunia tari hip hop.Dalam  pertunjukan  Standards. Pierre  Rigal  menyajikan  karya  koreografi  dengan  nuansa fluorescent . “Kendati tidak semanis kelihatannya  dalam pertunjukannya mereka akan memainkan sebuah bendera  besar  berwarna biru,  putih dan merah membentang di lantai.  Kedelapan penari dengan simbol negara ini dan menelaah arti penyeragaman,” tuturnya.

“Standards dibawakan oleh penari-penari hip hop muda berbakat yang penuh humor dan energi kami berharap masyarakat Surabaya bisa terhibur sekaligus mendapatkan inspirasi,” ungkapnya.

Dengan selesainya Festival Printemps Français 2015 diharapkan hubungan antara IFI dan masyarakat Jatim khususnya Surabaya, bisa semakin erat sehingga masyarakat bisa mengenal kebudayaan dan karya dari seniman-seniman Perancis. (wh)