Target Rehabilitasi Narkoba Naik jadi 400 Ribu Pengguna

Target Rehabilitasi Narkoba Naik jadi 400 Ribu Pengguna
Kepala BNN, Komjen Pol Budi Waseso menempelkan stiker bertulis “Stop Narkoba”.

Indonesia yang mencanangkan darurat narkoba, menaikkan rehabilitasi hingga mencapai 400 ribu pengguna, naik hampir tiga kali lipat dari tahun lalu yang hanya mencapai 100 ribu pengguna.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Jenderal Budi Waseso, di Kantor BNN Jawa Timur, Jumat (15/1/2016).

“Target rehabilitasi naik hingga 400 ribu pengguna. Karena diketahui ada lima juta orang yang aktif menjadi pengguna narkoba. Dan hal ini sudah diketahui oleh Presiden yang mengganggarkan dana Rp 2 T,” kata Budi Waseso.

Menurut jendral bintang dua itu, Indonesia menjadi pangsa pasar empuk bagi bandar dan pengedar narkoba di dunia. Semua lini mulai anak-anak yang bersekolah hingga lingkungan instansi pemerintahan dimasuki oleh penyebaran narkoba.

Ke depan, BNN akan memprioritaskan pencegahan yaitu dengan melakukan rehabilitasi bagi para pemakai tetap akan dilakukan tapi dengan cara yang lebih berkualitas.

Pihaknya juga meminta kepada pemerintah agar sarana dan prasarana rehabilitasi harus dibenahi. “Diharapkan adanya program rehabilitasi betul-betul bisa menyembuhkan para pemakai narkoba,” lanjutnya.

Ia menjelaskan jika dampak pemakai narkoba, penggunanya akan mengali kerapuhan mental. Dan dikhawatirkan para generasi penerus bangsa yang kecanduan narkoba membuat masa depan negara terancam.

“Kami akan betul-betul berperang melawan para bandar narkotika. Apalagi Indonesia menjadi pangsa pasar narkotika terbesar se Asean,” tandasnya. (wh)