Target Perkuat Empat Pilar Gizi Gizi Seimbang

Target Perkuat Empat Pilar Gizi Gizi Seimbang

 

Permasalahan gizi belakangan ini masih menghantui. Bukan hanya kurang gizi, tetapi kelebihan gizi pun juga menjadi persoalan yang harus dihadapi.

“Memperkuat Posyandu di seluruh Indonesia, merupakan kunci bagi suksesnya upaya perbaikan gizi,” kata Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, pada Puncak Peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) 2014 di Jakarta, Selasa (25/2/2014).

Menurut Menkes, masalah kekurangan gizi perlu disikapi sunggung-sungguh dengan memperkuat berbagai upaya penanggulangan. Baik upaya pada balita maupun upaya yang lebih ke hulu, yaitu perbaikan gizi pada ibu secara komprehensif sejak perempuan berusia remaja.

“Oleh karena itu, intervensi kesehatan yang dilakukan sepanjang siklus hidup, juga mencakup intervensi gizi,” ungkap Menkes.

Selain itu, lanjutnya, tantangan yang juga harus dihadapi adalah meningkatnya kasus gizi lebih.

Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, prevalensi obesitas pada usia balita adalah 11,9 persen. Sedangkan prevalensi obesitas pada usia dewasa mencapai 32,9 persen pada perempuan, dan sebesar 19,7 persen pada laki-laki.

Secara umum, lingkar perut penduduk dewasa juga meningkat, dari 18,8 persen pada 2007, menjadi 26,6 persen pada 2013.

Menkes menuturkan dalam menghadapi masalah gizi lebih, dilakukan berbagai upaya dari upaya promotif- preventif, sampai upaya kuratif-rehabilitatif dalam pengendalian penyakit tidak menular (PTM).

Upaya ini, lanjutnya, diperkuat dengan pendidikan gizi pada masyarakat dengan pendekatan empat pilar gizi seimbang, yaitu mengonsumsi makanan beraneka ragam, melembagakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menumbuhkan kebiasaan berolahraga dan aktivitas fisik, dan memantau dan mempertahankan berat badan normal.(bh/berbagai sumber)