Target Penjualan Obat Indofarma Turun Jadi Rp 1,2 T

Target Penjualan Obat Indofarma Turun Jadi Rp 1,2 TProdusen obat, PT Indofarma Tbk (INAF) merevisi target penjualan pada tahun 2013 sebesar 16,66 persen menjadi Rp 1,2 triliun dari target sebelumnya Rp 1,4 triliun.

Menurut Direktur Utama PT Indofarma, Elfiano Rizaldy, meningkatnya nilai tukar dollar Amerika terhadap rupiah membuat perseroan harus mengerem penjualan obatnya.

Hal ini dikarenakan, awalnya dalam rencana kerja acuan kurs Rp 9.500 per dollar AS, namun saat ini nilai tukar rupiah sudah menyentuh di kisaran Rp 12 ribu per dollar AS.

“Harga ikut naik, permintaan berkurang, sampai akhir tahun 2013 penjualan mungkin Rp 1,2 triliun,” ucap Elfiano di Jakarta, kemarin.

Adanya penurunan perolehan penjualan ini, maka dipastikan mempengaruhi target laba bersih perseroan hingga akhir 2013. Sebelumnya, perseroan membidik laba sebesar Rp 85 miliar.

“Laba bersih sampai akhir tahun kita belum bisa prediksi tapi kita sedang berusaha untuk mencatatkan laba,” ujar Elfiano.

Lebih lanjut Elfiano mengatakan, keyakinan perseroan akan mencatatkan laba karena ada beberapa tender obat yang akan diselesaikan pada kuartal IV 2013.

Dalam sembilan bulan pertama tahun ini perseroan mengalami rugi bersih sebesar Rp 61,16 miliar. Padahal, perseroan sempat meraup laba Rp 20,03 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Salah satu penyebab penurunan kinerja tersebut adalah beban pokok penjualan yang membengkak sebesar 1,4 persen dari Rp 440,6 miliar menjadi Rp 447,05 miliar.

Disaat beban penjualan membengkak penjualan bersih Indofarma justru turun sekitar 8,6 persen dari Rp 701,5 miliar menjadi Rp 640,8 miliar.(tribun/wh)