Tanyakan Kasus KBS, Masyarakat Cinta Satwa Datangi Polres Surabaya

Tanyakan Kasus KBS, Masyarakat Cinta Satwa Datangi Polres Surabaya
Ketua Dewan Penasihat DPD Peradi Jatim Trimoelja D Soerjadi (kanan)

Guna meringati Hari Cinta Puspa dan Satwa (HCPS) 2014, Elemen Masyarakat Cinta Satwa datangi Polrestabes Surabaya, Rabu (5/11/2014). Terdiri dari advokat senior sekaligus ketua dewan penasihat DPD Peradi Jatim Trimoelja D Soerjadi, Mantan Direktur KBS I Komang Warsa, Prkatisi Tjuk K. Sukiadi, Mantan Kepala Dinas Peternakan Jatim Sigit Hanggono, Singky Soewadji, Teguh Ardi Srianto ketua KJPL Indonesia bersama Amang Raga aktivis JAAN.

Trimoelja mengatakan kedatangan mereka untuk menanyakan kelanjutan kasus Kebun Binatang Surabaya (KBS). “Kami minta polisi untuk serius menuntaskan kasus pertukaran satwa di KBS,” katanya di depan wartawan.

Ia mengingatkan bahwa ada beberapa ketentuan dalam surat pertukaran satwa yang dilanggar dan seharusnya tidak perlu terjadi. Justru dengan pelanggaran itu semakin menunjukkan bahwa pertukaran satwa yang terjadi di tubuh KBS tidak sesuai ketentuan.

“Kami melihat ada beberapa ketentuan atau aturan hukum yang dilanggar dalam surat perjanjian yang dibuat dalam rangka untuk pertukaran satwa di KBS. Mungkin bisa jadi bahan pertimbangan penyidik,” sambungnya.

Dicontohkannya, bahwa dalam ketentuan pengelolaan kebun binatang, tidak dikenal istilah pemindahan satwa. Dan jika kemudian merunut istilah pemindahan satwa, tentunya ada satwa yang dipindahkan dari satu tempat ketempat lainnya.

“Kalau pemindahan, maknanya adalah menempatkan sesuatu barang dari tempat satu ketempat lainnya. Demikian juga ketika memaknai pemindahan satwa, artinya memindahkan satwa dari satu tempat ketempat lainnya. Tetapi memindahkan tidak lantas kemudian merubah kepemilikan,” terang Trimoelja.

Dalam kajian hukum, lanjut Trimoelja, banyak hal yang menjadikan persoalan pertukaran satwa di KBS memang menjadi persoalan hukum berat. “Ada persoalan hukum yang jelas-jelas dilanggar,” ujarnya.

Menurutnya, sebagai satu diantara ikon tertua Kota Surabaya, KBS adalah kebanggaan kota yang harus dilindungi dan dijaga keberadaannya.

“Masyarakat internasional memantau keberadaan KBS. Kalau warga kota Surabaya tidak perduli. Ini kan aneh?” tambah Trimoelja.

Usai mendatangi Mapolrestabes Surabaya, mereka melanjutkan menuju Balai Kota Surabaya untuk menemui Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (wh)