Tantangan Membuat Tas Selempang Fashion Multifungsi

Tantangan Membuat Tas Selempang Fashion Multifungsi

foto:arya wiraraja/enciety.co

Puluhan orang yang tergabung creative industry intermediate Pahlawan Ekonomi Surabaya mengikuti pelatihan membuat tas selempang fashion multifungsi. Kegialatan itu digelar di Kaza City Mall, Minggu (15/9/2019).

“Tas ini bisa untuk jalan-jalan, tempatnya laptop, untuk bawa berkas-berkas,” ujar Nanik Heri, koordinator mentor creative industry.

Nanik lalu menjelaskan, untuk membuatnya butuh beberapa bahan. Yakni, kain kanvas pe atau kanvas jenis tebal untuk bagian luar. Sedangkan untuk dalamannya gunakan kain blacu. Bisa juga jenis kain yang biasa digunakan untuk dalaman tas.

Cara membuatnya, terang Nanik, buat pola dasar, setelah itu ukur bahan lalu potong bahan yang telah disediakan sesuai dengan pola. Kemudia jahit tas sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan.

“Yang jadi tantangan membuat tas selempang ini adalah mendesain produknya. Haruss  berkualitas dan mengikuti perkembangan mode,” kata Nanik.

Menurut dia, desain tas selempang yang kini sedang diminati pasar seperti tas selempang bergaya army kombinasi postbag. Bisa dibilang model apparel massanger bag dengan dimensi standarnya yaitu 35 cmx 27 cmx 8cm.

Selain desain, imbuh Nanik, tantangan lain adalah beberapa teknik memasang perangkat tas, seperti tali kulit selempang, resleting untuk tas dan saku tas. Pilihan warna juga menjadi penentu kualitas tas yang diproduksi.

“Makin rapi dan kombinasi warnanya sesuai, tas yang kita jahit makin tinggi harganya,” kupas Nanik.

Dipasaran, tas dengan model tersebut dapat dihargai Rp 350 ribu. Jika bahan yang digunakan bagus, harganya bisa mencapai Rp 750 ribu- Rp 1 juta.

“Kalau bahan yang kita gunakan punya kualitas tinggi. Contohnya, resletingnya, tali selempang berbahan kulit, lapisan saku kita kombinasikan dengan kulit harganya bisa tinggi,” tegasnya. (wh)