Tantangan 2021, Ini Penjelasan Bapak Statistika Indonesia

Tantangan 2021, Ini Penjelasan Bapak Statistika Indonesia

Kresnayana Yahya.foto:arya wiraraja/encety.co

Tahun 2021, proses edukasi atau belajar tidak bergantung pada buku paket pembelajaran yang selama ini kita kenal, melainkan  bahan bisa didapat melalui jalur online.

Menurut Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya, sepanjang tahun 2020 lalu, dalam dunia pendidikan dipaksa untuk menggunakan dunia digital sebagai sarana pembelajaran.

“Untuk itu, di tahun 2021 ini dunia digital akan semakin sentral posisinya. Artinya, banyak kegiatan yang dilakukan di dunia digital,” ungkap Kresnayana.

Belajar bukan hanya kewajiban anak-anak di sekolah, tetapi orang-orang yang saat ini kerja juga harus belajar bagaimana cara mengerjakan pekerjakan cepat dan efektif.

“Kita masuk dalam masa tekanan dalam perubahan. Di masa pandemi seperti sekarang ini, Pemerintah tidak boleh berhenti beraktivitas,” papar Kresnayana.

Selain dunia pendidikan, pemerintah juga sudah berbasis online. Mulai dari rapat-rapat, hingga segala administrasi kini mulai menggunakan dunia digital. Artinya, reformasi birokasi mulai terbentuk.

“Lewat dunia digital, sistem perizinan dan lain sebagainya mulai berubah. Masyarakat tidak lagi ribet dengan mekanisme pemerintah yang dulu,” tegasnya.

“Kita berharap lahirnya pemimpin-pemimpin baru, cara-cara baru untuk lebih maju di masa pandemi seperti sekarang ini,” imbuh pria yang mendapat julukan Bapak Statistika Indonesia itu.

Kata Kresnayana, tidak ada lagi kata dulu dan biasanya. Hal ini musti disadari masyarakat, kondisi hari ini berubah.

Dia berharap, masyarakat tidak lagi membatasi diri, namun harus bisa menyesuaikan diri. Di antaranya dengan mengubah prilaku dan mulai menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan saat ini.

Jika daerah sudah sadar dengan protokol kesehatan, maka tidak perlu lagi adanya pembatasan kegiatan. Contohnya, jam kerja di kantor bisa dikurangi dan diganti dengan Work From Home (WFH). Rapat-rapat dan pekerjaan yang biasa dilakukan di kantor bisa dilakukan dengan daring.

“Tugas kita saat ini adalah mencegah penularan, kerumunan dan dugaan-dugaan yang menimbulkan rasa khawatir yang menghambat usaha kita,” paparnya.

Kresnayana menegaskan, banyak peluang bisnis dan usaha yang tidak ditutup atau di-lockdown. Pemanfaatan teknologi dan kreatif dalam mengemas pola bisnis dan usaha dapat mengubah pola dan cara pandang masyarakat terhadap peluang bisnis.

“Dengan meningkatkan kreativitas kita dapat membuka peluang-peluang baru dalam dunia usaha. Kita tidak lagi merasa terbebani oleh pandemi yang saat ini masih berlangsung. Untuk itu, kita harus terus menyesuaikan diri untuk menghadapi tantangan di tahun 2021,” papar Kresnayana. (wh)