Tanpa Suarez, Uruguay Bisa Apa?

 

Tanpa Suarez, Uruguay Bisa Apa?

Piala Dunia memasuki babak 16 besar. Dua tim dari setiap grup lolos dari jeratan persaingan fase grup. Kolombia akan menantang Urugay pada Minggu, (29/6) pukul 03.00 WIB.

Kolombia yang menyapu bersih semua pertandingan Grup C harus menjadi lawan Uruguay yang finis di urutan dua Grup D. Di fase grup, Kolombia tampil perkasa dengan mencetak lebih dari dua gol. Sebut saja kala menumbangkan Yunani 3-0, (14/6). Setelah itu mengalahkan Pantai Gading 2-1, (20/6). Dan terakhir menghancurkan Jepang 4-1, (25/6).

Sementara Uruguay terseok-seok tanpa Luis Suarez di laga perdana mereka ketika ditumbangkan Kosta Rika 1-3, (15/6). Kemudian menang 2-1 melawan Inggris (20/6), dua gol diborong Suarez. Kemudian di laga terakhir menang tipis atas Italia 1-0, (24/6).

Pada pertandingan Kolombia melawan Uruguay pada Minggu, (28/6), pukul 03.00, Uruguay tanpa diperkuat Suarez. Hal itu karena FIFA menjatuhkan sanksi larangan bermain selama empat bulan kepada Suarez karena menggigit bahu Georgio Chiellini. Lalu bagaimana peluang Uruguay tanpa Suarez?

Terlepas dari semua kontroversinya, Suarez merupakan pemain penting bagi Uruguay. Dia menjadi pencetak gol terbanyak untuk timnya ketika mengantar Uruguay juara final Copa Amerika pada 2011.

Tentunya yang dirugikan atas absennya Suarez, yakni timnya. Kini Oscar Tabarez kembali meracik tim dengan skuat yang ada.

Pertanyaan terbesar yakni siapa yang akan menggantikan Suarez di lini depan. Menurut laman ESPN yang ditulis Rory Smith, mereka tidak punya pemain yang bisa melakukannya seorang diri.

Mereka cenderung memilih Cristian Rodriguez di lini tengah dan Christian Stuani di depan. Begitu juga dengan Nicolas Lodeiro yang tampil apik melawan Inggris sebagai gelandang. Lodeiro akan ditugasi untuk meniru kreativitas Suarez. Dan di depan tergantung pada Edinson Cavani.

Selain itu, Tabarez mempunyai pilihan lain, yakni memasang Diego Forlan atau Abel Hernandez.

Namun yang menjadi sorotan yakni Cavani. Dia penyerang dengan harga 56 juta pound, salah satu pemain paling mahal di sejarah, dan masih diinginkan oleh tim besar Eropa seperti Manchester United.

Masalahnya ialah Cavani belum menampilkan performa apik di piala dunia ini. Cavani seperti Diego Costa dengan Spanyol dan Gonzalo Higuain dengan Argentina yang memiliki reputasi besar tetapi nihil di Piala Dunia.

Memang Cavani sukses mengeksekusi penalti melawan Kosta Rika, tetapi melewatkan dua kesempatan penting. Seperti Suarez, Cavani juga tidak berbahaya ketika melawan Italia. Sementara ketika melawan Inggris dia juga tak bisa berbicara banyak.

Namun, ini kesempatan Cavani untuk mengubah itu. Dengan Suarez, Cavani sering kali ditugasi sebagai penyerang kedua. Tanpa partnernya yang terkena hukuman, Cavani akan menjadi pemeran utama dan diberikan posisi sesuai tempatnya di Napoli, demikian ESPN. (bns/ram)