Tanjung Perak Siapkan Dua Terminal untuk Arus Mudik

Tanjung Perak Siapkan Dua Terminal untuk Arus Mudik
Posko angkutan lebaran di Pelabuhan Tanjung Perak siap membantu para pemudik.

Pelabuhan Tanjung Perak telah menyiapkan dua gedung terminal penumpang yang beroperasi secara bersamaan guna mendukung kenyamanan para calon penumpang kapal laut pada mudik Lebaran 2015.

Hal itu ditegaskan Kahumas Pelindo III Cabang Tanjung Perak, Dhany Rachmad Agustian. “Pelabuhan Tanjung Perak sedikitnya 38 unit kapal penumpang terhitung mulai H-15 hingga H+15. Sebanyak 15 unit kapal disiapkan oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), sedangkan 23 unit kapal lainnya disiapkan oleh operator kapal swasta termasuk 4 unit kapal perintis,” katanya.

Tahun ini, terang Dhany,  sedikit berbeda dengan tahun lalu dalam hal  pelayanan terhadap penumpang kapal laut, Dimana Pelabuhan Tanjung Perak menyiapkan dua gedung terminal penumpang yaitu terminal penumpang sementara dan Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN).

“Terminal penumpang sementara terletak di sebelah barat terminal GSN mampu menampung sedikitnya 2.500 orang untuk menginap jika terjadi keterlambatan kedatangan kapal. Dulu para calon penumpang kapal laut kami sediakan tenda dan tidur dibawah tenda besar, kini kami masukkan mereka ke terminal penumpang sementara sisi barat,” ujar Dhany.

Guna memberikan kenyamanan kepada calon penumpang kapal laut yang terpaksa harus menginap, terminal penumpang sementara tersebut sudah dibersihkan dan dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang memadai seperti toilet, ruang kesehatan, ruang menyusui, ruang lansia dan yang berkebutuhan khusus, kantin, musholla, ruang merokok, serta kantin.

Terminal penumpang GSN tetap melayani debarkasi penumpang, dua jam sebelum keberangkatan kami buka khusus untuk para calon penumpang kapal laut. Dua unit garbarata juga telah disiapkan dan siap beroperasi 100% namun tetap melihat kondisi posisi sandar kapal dan pintu yang tersedia dikapal, tambahnya.

Arus mudik tahun 2015, penumpang yang naik dari pelabuhan Tanjung Perak diprediksi mencapai 67.000 orang atau naik sekitar 5% dari tahun 2014. Sedangkan untuk jumlah penumpang yang turun diperkirakan akan mencapai 91.000 orang dari tahun 2014 sebanyak 86.000 orang.

Mengenai kesiapan Pelabuhan Tanjung Perak untuk menghadapi arus mudik lebaran 2015, Dhany menuturkan, bahwa seperti tahun – tahun sebelumnya di Pelabuhan Tanjung Perak dibentuk Tim Satgas Angkutan Lebaran yang terdiri dari Otoritas Pelabuhan, Kantor Kesyahbandaran, KP3, Pelindo III Cabang Tanjung Perak, Disnav serta operator pelayaran guna  standby 24/7 selama arus mudik berlangsung untuk mejamin kenyamanan dan keselamatan para pemudik. “yang berbeda pada tahun ini adalah kami menyiapkan dua posko yang siap melayani para pemudik yang lewat pelabuhan Tanjung Perak di dalam terminal GSN dan didepan Kantor Pelindo III Cabang Tanjung Perak.” tambah Dhany.

Pelindo III sebagai salah satu BUMN disektor perhubungan juga memiliki program-program guna mendukung arus mudik 2015 seperti:

1. Pada tanggal 10 Juli 2015 Pelindo III  menyiapkan 10 unit armada bus melalui “Yuk Mudik Bareng Pelindo III” yang akan membawa 5.500 orang penumpang kapal laut Pelni secara gratis ke  lima jurusan yakni Jember, Cepu, Trenggalek, Madiun, dan Pamekasan dari Pelabuhan Tanjung Perak dan dari pelabuhan Tanjung Emas Semarang sebanyak enam unit bus ke Pati, Pemalang, Wonosobo, dan Solo/Jogja.

2. Program mudik gratis bekerjasama dengan TNI-AL yaitu mengangkut pemudik bersepeda motor dengan KRI Surabaya-591 yang rencananya akan bertolak dari pelabuhan Tanjung Priok Jakarta tujuan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada tanggal 11 Juli 2015. Kemudian pada tanggal 21 Juli 2015 akan mengangkut gelombang arus mudik pemudik bersepeda motor dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya tujuan Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

3. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Pelindo III juga turut memfasilitasi tiga unit kapal perintis bersama Dishub Jatim yang mampu menampung sebanyak 7.200 penumpang dengan rute Tanjung Perak tujuan Pulau Masalembu, lalu ke Pulau Keramaian, dan terus berlanjut ke Kalianget – Sapudi – Kangean – Sapeken sampai berakhir di Banyuwangi dengan jadwal keberangkatan 11-16 Juli dan kembali pada 18-24 Juli 2015.

“Kepada para pemudik yang akan melalui jalur kapal laut, tak bosan-bosannya kami menghimbau agar membatasi barang bawaan karena pasti akan berjejalan saat masuk dan keluar kapal laut, untuk memudahkan dalam pergerakan jangan membawa barang berharga, dan jaga kesehatan melihat kondisi cuaca yang sangat panas ini.” himbau Dhany. (wh)