Tangkap Keluhan Warga, DKI Jakarta Luncurkan Aplikasi Android

 

Tangkap Keluhan Warga, DKI Jakarta Luncurkan Aplikasi Android

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan aplikasi android khusus bagi warga DKI Jakarta. Aplikasi ini dimaksud untuk melaporkan segala sesuatu yang dirasa perlu dilaporkan kepada pemrov.  Baik masalah keamanan, keadaan lingkungan sekitar, kondisi fasilitas umum, maupun hal lainnya yang menjadi keluhan mereka. Cara tersebut dipilih Pemprov DKI untuk dapat menampung aspirasi dan keluhan warga secara lebih mudah serta memanfaatkan kemajuan teknologi saat ini.

Aplikasi yang tengah digarap oleh Dinas Komunikasi dan Informatika DKI Jakarta (Diskominfo) ini konsepnya tidak akan jauh berbeda dengan aplikasi android yang sudah ada dan populer saat ini, yakni safetipin. Aplikasi Safetipin merupakan aplikasi umum dalam android, yang bisa diunduh oleh siapapun melalui Google Playstore dan berfungsi unyuk memberikan informasi terait kondisi suatu wilayah.

Informasi tersebut diberikan oleh masyarakat sendiri melalui aplikasi tersebut. Nantinya, setelah ada laporan akan terdapat simbol berwarna tertentu yang memiliki makna. Misalnya, warna merah untuk laporan kurang aman, kuning untuk laporan was-was, dan hijau untuk laporan aman.

Server safetipin berada di India. Dengan demikian, Pemprov DKI merasa perlu untuk mengembangkan aplikasi safetipin secara khusus dan bisa diterima server serta masuk ke database DKI.

Meskipun aplikasi yang tengah dibuat lain dari safetipin, warga DKI  tetap bisa menggunakan dan memanfaatkan keberadaan safetipin seperti halnya aplikasi waze, yang digunakan untuk melihat situasi dan kondisi arus lalu lintas. Kelemahan dari penggunaan aplikasi itu adalah informasi yang masuk adalah ke pemilik server, yang bukan berada di DKI.

Pengerjaan aplikasi ini juga bekerjasama dan melibatkan pihak luar, yakni Google Map. Posisi yang dipilih dalam pembuatan aplikasi tersebut adalah real time dan bukan posisi pencitraan. Biaya dalam pembuatannya sudah dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2014 sekitar Rp 2 miliar. (bst/ram)