Tambah Armada, Taksi Zebra Siapkan Rp 30 M

 

Tambah Armada, Taksi Zebra Siapkan Rp 30 M

PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA)  berencana  menambah armada. Langkah bisnis ini akan dilakukan setelah terlebih dulu melakukan transaksi konversi utang (debt to equity swap/ DES) dengan PT Infinity Wahana (IW) sebesar Rp 30,07 miliar.

Direktur ZBRA Jeremia Taban menilai aksi korporat tersebut akan mengurangi beban keuangan perseroan. Dari 2009 hingga pertengahan 2014, Zebra Nusantara menanggung utang mencapai Rp 39,76 miliar rupiah. Dengan adanya debt to equity swap, jumlah kewajiban perseroan akan menyusut menjadi hanya Rp 9 miliar.

Jeremia menambahkan, setelah sukses menjalankan aksi ini, perseroan berniat melakukan ekspansi dalam penambahan jumlah armada taksi miliknya. Pada semester satu tahun depan, rencananya perusahaan akan menambah jumlah armada sebesar 200 unit.

Hingga akhir tahun, perusahaan yang mengoperasikan taksi di Surabaya ini menargetkan total 230 unit taksi, dengan penambahan 130 unit di sisa tahun 2014.

“Sekarang sudah datang taksi untuk order yang pertama, yakni 30 unit, nanti bulan depan datang lagi 50 unit, kemudian bulan berikutnya 50 unit lagi. Total sampai dengan Desember 2014, kita akan operasikan 230 unit taksi,” tambahnya.

Untuk memuluskan ambisinya, perseroan menyiapkan dana belanja modal sebesar Rp 18,5 miliar di mana harga setiap taksinya mencapai Rp 143 juta (on the road) untuk setiap unit taksi.

Penambahan 130 armada baru di tahun ini diharapkan mampu memperbaiki kinerja keuangan perusahaan. Pada semester I-2014, perseroan menderita kerugian sebesar. Rp 5,28 miliar, atau naik 135 persen dari Rp 2,24 miliar setahun yang lalu. “Sumber dananya 25 persen dari kas internal dan 75 persen sisanya dari lembaga pembiayaan,” tuturnya.

Ia optimis kinerja keuangan akan membaik beroperasinya unit taksi barunya tersebut, dimana perseroan menargetkan pendapatan usaha dari taksi di bulan Desember tahun ini mencapai Rp 2,2 miliar, bandingkan dengan jumlah pendapatan usaha sebelum dilakukannya ekspansi yang hanya mencapai Rp 600 juta tiap bulannya.

Disamping taksi, perseroan juga memiliki bisnis lain yaitu distribusi bahan bakar gas. Hingga saat ini perseroan sudah memiliki satu unit di wilayah Brebeg, Surabaya. Setiap bulannya, bisnis gas perseroan menyumbang sebesar Rp 600 juta. Hingga akhir tahun, perseroan mengincar target pendapatan sebesar Rp 16 miliar. (bst/ram)