Taman Remaja Surabaya Bakal Jadi Kampung Seni Terintegrasi

Taman Remaja Surabaya Bakal Jadi Kampung Seni Terintegrasi
Taman Remaja Surabaya yang dikelola PT Star mengalami defisit pengunjung dari tahun ke tahun. Foto: Avit Hidayat/enciety.co

Rencana pembubaran PT Star dan penutupan Taman Remaja Surabaya (TRS) sudah pasti bakal dilakukan Pemerintah kota (Pemkot) Surabaya. Pemkot kemudian berencana mengubah TRS menjadi kampung seni terintegrasi yang bisa diakses semua warga Surabaya.

Ini diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Surabaya, Hendro Gunawan. “Dari sisi keuangan tidak menguntungkan, juga selama ini tidak ada pengembangan,” ujarnya kepada wartawan di Balai Kota, Kamis (23/4/2015).

Pemkot, kata  Hendro, berencana mengintegrasikan peruntukan lahan TRS dan Taman Hiburan Rakyat di belakang Hi Tech Mall menjadi kampung seni terintegrasi. “Nanti dilengkapi dengan fasilitas lain yang bermanfaat,” cetusnua.

Soal rencana penutupan TRS, Hendro mengatakan hal itu sedang dibahas dengan direksi. Hendro juga menjelaskan terkait latar-belakang ditutupnya TRS. “Kita sudah melakukan evaluasi memang beberapa tahun terakhir dari sisi keuangan tidak menguntungkan,” katanya.

Ini karena jika dilihat dari sisi aset tanah, Pemkot Surabaya yang diperkirakan senilai Rp 160 miliar lebih tidak memiliki keuntungan signifikan. Dalam hal ini aset yang ada tidak seimbang sehingga kalau memang ada perusahaan daerah yang kurang menguntungkan akan dievaluasi dan diambil-alih. “Kemudian kita develop lagi,” tukasnya.

“Artinya, kita cermati keseluruhan, kalau ada peluang lebih besar kenapa tidak? Di belakang Hi Tech Mall itu juga tanahnya pemkot. Rencananya ada kampung seni dan sebagainya, nanti akan kita kembangkan seperti itu tapi lebih terintegrasi,” sambungnya.

Rencananya kampung seni terintegrasi tersebut akan langsung dikelola Pemkot Surabaya. Intinya, kampung seni tersebut juga ditunjang berbagai fasilitas pendukung yang mungkin bisa memberi manfaat. “Rincinya akan kita bahas nanti,” akhirinya. (wh)