Talk Show Hari AIDS Sedunia di Balai Pemuda

Talk Show Hari AIDS Sedunia di Balai Pemuda
Memperingati Hari AIDS Sedunia di Surabaya

Ratusan remaja mengikuti Kampanye Remaja Memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS) di Balai Pemuda, Minggu (13/12/2015). Dalam acara kampanye ini, tak hanya menghadirkan talkshow seputar kesehatan reproduksi remaja ataupun fakta tentang AIDS, para remaja juga dikenalkan tentang modern edukasi melalui 4 labirin pengetahuan AIDS.

Faisa Fatikasari (14), Siswi SMPN 13 Surabaya bersama kakaknya, Prilia Oktaviani (20), mendapat fakta-fakta baru terkait AIDS lewat labirin ini. “Saya baru tahu kalau berjabat tangan dengan orang dengan AIDS (Odha) tidak akan menular, menarik juga banyak permainan dan panitia mau berdandan jadi kuman AIDS yang bisa diajak foto,” ujar Faisa.

Dalam labirin itu, juga terdapat relawan Sebaya PKBI Jatim (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia),Via Hafidah (23), yang membuka sesi konseling dan menunjukkan perkembangan AIDS di Jatim. Hal ini diperlukan agar remaja juga mengetahui tentang lembaga ataupun organisasi yang bisa menjadi wadah mereka dalam menghadapi masalah remaja.

Via mengatakan, bahwa sebagai lembaga yang bergerak untuk kesehatan remaja, banyak berperan dalam sosialisasi dan konsultasi terhadap permasalahan remaja. Mulai dari permasalahan dengan sekolah teman, orang tua bahkan pacar.

“Isu nasional yang juga kami sedang usahakan yaitu materi pembelajaran kesehatan reproduksi dan seksual. Bukan tentang belajar saja tetapi tentang membawa diri dalam hubungan dengan lawan jenis, jadi lebih ke arah penguatan diri,” tutur dia.

Dikatakan lulusan Fakultas Pendidikan Psikologi Unesa ini telah banyak dilakukan konsultasi psikis dan medis ke klinik PKBI jatim, di jalan indragiri 24. Bukan hanya sekedar konsultasi juga dilakukan pendampingan.

“Ada sejumlah remaja SMA yang memang aktif dalam berhubungan seksual. Kami membina mereka untuk tetap menjaga kesehatan reproduksi. Karena untuk mendapat info bahwa mereka sudah melakukan hubungan seksual harus melalui pendekatan yang lama,”jelasnya.

Sementara itu ketua panitia, Sabella Sacharissa Azalia menjelaskan, ikon kampanye ini diunggulkan pada modern edukasi ini. Hal ini untuk menarik minat remaja yang cenderung jenuh dengan materi seminar.

“Kami menyasar remaja karena data dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) menunjukkan pengidap HIV AIDS di usia sekitar 20 tahun. Berarti sekitar umur 15 tahun mereka sudah melakukan hubungan bebas,” jelasnya.

Dalam labirin ini juga ditunjukkan sejumlah fakta terkait AIDS, cara mencegah tertular AIDS hingga perkembangan AIDS diSurabaya.
“Biasanya sosialisasi lewat presentasi dan ekspo. Tapi kali ini kami melibatkan orang yang memberikan aksi nyata terkait AIDS, ada yang berperan sebagai kuman AIDS hingga ODHA.

“Pengenalan HIV AIDS, serta mitor-mitisnya dikemas secara menarik disini. Melalui modern edukasi ini kami juga bisa mengukur pengetahuan remaja saat ini,” tuturnya.

Dalam labirin itu, lanjutnya, ada orang yang memakai kalung dengan keterangan ‘I’m odha, touch me’, sebagai penguji remaja terhadap ketakutanya terkait mitos yang berkembang terkait ADHA yang menularkan virus lewat sentuhan,” papar alumnus Psikologi Untag ini. (wh)