Tak Bayar THR, 6 BUMN Jatim Disomasi

 

Tak Bayar THR, 6 BUMN Jatim Disomasi

Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR) kembali merilis perusahan-perusahan yang melakukan pelanggaran lantaran tak kunjung membayarkan uang THR pada buruhnya. Setidaknya terdapat enam perusahaan BUMN yang jelas melakukan pelanggaran.

Koordinator Posko Pengaduan THR dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya Abdul Wachid Habibullah menerangkan, enam perusahan BUMN tersebut, yakni Pabrik Gula Jatiroto Lumajang, PT Kertas Leces Probolinggo, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Jawa Timur, PT Perhutani, PT Telkom, dan PT Perusahaan Listrik Nasional (PLN) Jawa Timur.

“Semuanya itu jelas melanggar lantaran tidak membayar uang THR hingga H-2 Lebaran,” tegasnya, Jumat (25/7/2014).

Wachid juga menegaskan, pihaknya telah melakukan somasi kepada enam perusahaan tersebut. Menggandeng Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jawa Timur dan Surabaya, Wachid mengaku telah melakukan sidak secara langsung.

“Patut kita apresiasi Disnaker Surabaya dan Jawa Timur yang berani menyidak langsung temuan kami. Dari temuan kami kebanyakan enam perusahaan tersebut tidak membayar THR kepada karyawan outsourcing. Tapi sayangnya, sampai saat ini masih ada 16 perusahaan lain yang melakukan pelanggaran,” ujarnya.

Dia merinci perusahan swasta lain yang nakal, di antaranya  PT Pranata Surya Mandiri Jombang, PT Isa Mandiri Surabaya, PT Karya Mitra Budi Sentosa Pasuruan, PT Ramos Inti Cosmetik Surabaya, PT Shou Fong Fastindo Pasuruan, CV Indo Jaya Pratama Banyuwangi, PT Remaja Toserba Surabaya. Ditambah PT Alam Ontrotama Mojokerto, PT Sinar Indonesia Raya Surabaya, PT Sahabat Lingkungan Hidup Surabaya, UD Gebang Jaya Jember, PT Central Wire Industrial Surabaya, PT Siantar Top Siadoarjo, PT Alkan Abadi Surabaya, PT MTH Gresik, dan PT Indosat di Jawa Timur.

Sementara itu, Koordinator Pengaduan THR dari Buruh, Jamaludin menambahkan bahwa dibanding tahun lalu, tren pengaduan THR semakin menurun. “Jumlah pengaduan tahun ini turun 40 persen dibanding tahun lalu, yakni 8.127 buruh,” ujarnya.

Dia lalu menjelaskan, sekitar 3.714 buruh telah mendapatkan THR lantaran banyak perusahaan beretika baik dengan bersedia membayarkan uang THR. “Sekarang yang tersisa hanya 4.413 buruh saja,” ujarnya.

Dia kemudian merinci, perusahaan yang telah membayarkan uang THR yakni PT Prima Yunita Sidoarjo, PT Prosam Piano Surabaya, PT Trijaya Indo Pratama, PT Ispat Indo, PT Gunung Mas Berkah Surabaya, PT Pilar Rekayasa Muda Surabaya, PT Linga Sakti Indonesia Mojokerto, PT CV Karya Baru Surabaya.

“Sekaligus PT OSS Sertifikasi Surabaya, PT Ciputra Grup Surabaya, OT Wahana Lentera Surabaya, dan PT Adhi Baladika Surabaya,” pungkasnya. (wh)