Tak Ada Habisnya, KPK Kembali Sita Harta Fuad Amin

fuad-amin-pemain-kecil-ada-koruptor-yang-lebih-besar-di-jatim-7Q1d8oV7wf

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyita aset milik Ketua DPRD Bangkalan, Fuad Amin Imron, Kamis (12/3/2015). Kali ini penyidik menyita sebuah rumah milik Fuad Amin di Yogyakarta.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha menjelaskan rumah yang berlokasi di Perum Casa Grande, Sleman, Yogyakarta ini, disita lantaran diduga masih terkait dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan oleh mantan Bupati Bangkalan dua periode itu. “Terkait penyidikan dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang atas nama FAI (Fuad Amin Imron),” kata Priharsa.

Menurut Priharsa, rumah tersebut yang kini disita oleh penyidik, telah dipasang plang penyitaan KPK. Meski demikian, tambah dia, aset Fuad Amin tersebut tercatat atas nama kerabat Fuad Amin. “Rumah tersebut atas nama Imron Amin. Penyitaan dilakukan dari pemilik rumah, Imron Amin,” tandasnya.

Terkait penyidikan pencucian uang Fuad Amin, penyidik telah melakukan penyitaan sejumlah aset dari berbagai daerah. Aset-aset milik Fuad Amin yang disita KPK tercatat cukup banyak, antara lain Mobil, Rumah, Ruko, dan Kondominium hingga uang sebesar Rp200 miliar.

Sebelumnya, Fuad Amin telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap jual beli gas alam di Bangkalan, Jawa Timur. Kasus tersebut terungkap setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan pada 1 Desember 2014 silam. Dia dijerat dengan Pasal 12 huruf a, huruf b, Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Dalam perkembangannya, KPK kemudian menetapkan Fuad Amin Imron sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang. Fuad disangka telah melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 dan Pasal 3 ayat (1) UU Nomor 15 Tahun 2002 yang diubah dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2003. (oke)