Tahun Prestasi, UKM PE Siap Bersaing di Era MEA

Tahun Prestasi, UKM PE Siap Bersaing di Era MEA
Pahlawan Ekonomi Surabaya 2015 yang dilaunching di Kaza City, Minggu (31/5/2015). Umar alif/enciety.co

Pahlawan Ekonomi (PE) Surabaya 2015 tepat dilaunching tepat pada puncak perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HKJS) ke-722 di Kaza City, Minggu (31/5/2015) kemarin.

PE Surabaya 2015 merupakan penyelenggaraan keenam setelah dirilis pada tahun 2010.  Tahun ini, PE Surabaya menerapkan strategi achievement phase (fase prestasi) yang berlangsung pada 2013-2015.

“Pada fase tersebut dilakukan upaya-upaya kreatif untuk menyejahterakan ibu-ibu rumah tangga dengan menjadikan pelaku UKM mampu bersaing di level regional, nasional, maupun ASEAN,” ujar Lukman Hakim, salah seorang kurator PE Surabaya.

Dia lalu menjelaskan, PE Surabaya telah melakukan langkah-langkah strategis. Di antaranya menyiapkan 45 produk unggulan siap bersaing di level ASEAN, 101 usaha unggul mampu bersaing di era, 99 produk unggulan bisa bersaing di pasar nasional, dan 234 usaha utama tumbuh dan berkembang di pasar Surabaya.

“Saat ini, ada 2.640 UKM yang tergabung dalam PE Surabaya. Jumlah ini mengalami peningkatakan cukup signifikan dari tahun sebelumnya, yakni sebanyak 1.976 UKM,” paparnya.

Sejalan dengan bakal diberlakukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akhir 2015 mendatang, tema tahun ini adalah Go Global Go Digital & Go Financial. Lewat Go Global, PE menggandeng Kreavi dan Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) melakukan beberapa langkah strategis. Pertama, memperbaiki kemasan produk 10 UKM.

Kedua, peningkatan kompetasi dengan melakukan pelatihan tiap pekan yang dipandu instruktur dari Surabaya Hotel School (SHS) dan Bengkel Kriya Daun. Ketiga, memanfaatkan national distribusi channel (jaringan distibusi nasional) bersama Carrefour.

Untuk Go Digital, PE memanfaatkan internet marketing. Pelatihan ini difokuskan untuk meningkatkan pemasaran produk para pelaku UKM di Surabaya. Dimana kaum ibu dilatih berbagai strategi pemasaran di dunia maya dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Pada 10 Mei 2015, UKM PE mendapat pelatihan dari pengelola situs e-commerce bukalapak.com. Mereka datang khusus untuk berbagi trik dan tips berbisnis di media online pada kalangan UKM. Selama dua kali pelatihan, sudah 150 UKM PE membuka akun di bukalapak.com.

Sedangkan lewat Go Financial, PE menggandeng Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selama enam kali dalam tiap pekan, mulai 26 April hingga 28 Mei 2014, PE Surabaya mengadakan pelatihan dasar literasi keuangan untuk pembiayaan atau investasi.

“Dengan BEI, UKM PE diperkenalkan tentang semua instrumen investasi, yakni saham dan obligasi. Dengan bekal tersebut, keuntungan yang diraih UKM bakal lebih cepat. Peluang untuk memperbesar usaha pun menjadi lebih besar,” jelas Lukman.

Sementara dengan OJK telah dilaunching  Program Inklusi Keuangan pada 28 Mei 2015 lalu. Dan mulai Minggu (31/5/2015) hingga tiga bulan ke depan, akan dilakukan pelatihan literasi keuangan terkait tabungan, asuransi, dan reksadana. Kegiatan ini juga didukung Bank Mega.

Sejak dirilis pada 2010, PE memfokuskan pada upaya pemberdayaan ekonomi perempuan berbasis komunitas atau keluarga. Program ini untuk mendorong pengembangan kualitas ekonomi kerakyatan, khususnya bagi pelaku UKM. Dengan kesempatan berkarya yang makin terbuka, pengangguran dan kemiskinan akan makin berkurang.

Sejak dirilis 2010, PE Surabaya masih sesuai dengan desain awal, menjadi “mesin kedua” yang menghasilkan pemasukan tambahan bagi keluarga untuk kesejahteraan yang lebih baik. Artinya, mereka yang terlibat menjadi anggota PE adalah para perempuan yang memiliki usaha tanpa meninggalkan rumah dan sebagian besar sudah melibatkan masyarakat sekitarnya. (wh)