Tahun Politik, BKPM Optimistis Investasi Tumbuh 15 Persen

Tahun Politik, BKPM Optimistis Investasi Tumbuh 15 Persen

 

Pertumbuhan investasi diperkirakan berkisar 15 persen dibanding tahun lalu. Tahun politik bukan hambatan dalam berinvestasi. Karena pemilihan umum adalah proses mendewasakan diri dalam berpolitik dan bernegara.

 

”Kami (BKPM) siap berkomitmen dan yakin investasi yang masuk tidak lebih dari 15 persen dibanding tahun lalu atau sekitar Rp 450 triliun,” kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Mahendra Siregar.

 

Menurut Mahendra, berbagai survei menyebutkan kondisi Indonesia dalam beberapa tahun kedepan cukup bagus. Salah satu survei menyebutkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang disumbang dari sektor konsumer market pada tahun 2030 mendekati USD 2 triliun. Padahal pada tahun 2010 masih berkisar USD triliun.

 

Pertumbuhan tersebut karena didorong oleh kepercayaan dan pertumbuhan konsumsi dalam negeri serta peningkatan pendapatan kelas menengah.

 

”Sebelumnya dalam satu rumah tangga sumber pendapatan hanya satu. Tetapi setelah tahun 2010, sumber pendapatan menjadi dua. Itu karena choice (pilihan),” tegas Mahendra.

 

Survei lain yang didapat BKPM juga menyebut Indonesia memiliki optimisme tinggi dibanding kelompok di negara lain. Lebih dari 90 persen konsumen Indonesia mengatakan pertumbuhan konsumsi pada tahun ini.

 

Prediksi dari BKPM menyebutkan kebutuhan konsumsi untuk rumah tangga juga mengalami kenaikan dibanding tahun lalu. Kenaikan itu tidak lepas dari adanya dua sumber pendapatan dalam rumah tangga.

 

Selain itu, BKPM berjanji akan memfasilitasi investor yang ingin melakukan pengembangan atau relokasi industri di luar wilayah Jabodetabek. Salah satunya dengan melakukan peninjauan untuk melihat kesiapan daerah, seperti Jawa Timur.

 

Beberapa industri besar tengah melirik Jatim yang memiliki keunggulan, seperti ketersediaan lahan dan infrastruktur penunjang. Seperti pelabuhan, ketersediaan tenaga kerja, sarana jalan raya, dan kebutuhan listrik dan air.

 

“Sebentar lagi Surabaya akan memiliki Pelabuhan Teluk Lamong dan kedepan masih menambah pelabuhan prestisius lainnya. Sejumlah kota pelabuhan di Jatim akan dilirik untuk relokasi industri,” tutupnya. (wh)