Tahun Perdana, Teluk Lamong Batasi Shipping Line

Tahun Perdana, Teluk Lamong Batasi Shipping Line

 

PT Terminal Teluk Lamong sengaja membatasi shipping line (perusahaan pelayaran) yang beroperasi di terminal anyar, Teluk Lamong. Hal ini diharapkan agar bisa menekan tingginya arus barang petikemas pada full operation semester kedua tahun ini.

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong Prasetyadi menyatakan, pembatasan ini untuk mengantisipasi kemungkinan penambahan kapal dan rute dari shipping line. Sebab, tahun ini banyak shipping line yang ingin melihat pelayanan Teluk Lamong.

“Saat ini kita melayani Belawan (Medan), Balikpapan dan Indonesia Timur. Memang tidak semuanya kita layani, karena kita mencari terminal windows system (kedatangan kapal terjadwal) dulu,” kata Prasetyadi selepas sosialisasi pelayanan Teluk Lamong di Shangri La Hotel, Rabu (2/4/2014).

Pelayanan ini untuk meminimalisir rute yang belum windows system. Tetapi ke depannya tidak tertutup kemungkinan ada penambahan rute lain. Selain itu anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia III ini meningkatkan supply terlebih dahulu dibanding demand (permintaan).

”Kata kunci kita adalah service (pelayanan). Percuma juga kalau kita mengambil semua rute, sementara pelayanan tidak optimal. Tidak memunculkan solusi, malah menambah masalah,” ungkapnya. Apalagi banyak shipping line yang sudah berancang-ancang menambah kapal, dan otomatis menambah petikemas.

Teluk Lamong diperkirakan beroperasi penuh pada Setember mendatang, baik domestik maupun internasional. Sebelum full operation ini, PT Terminal Teluk Lamong akan melakukan uji coba dua kali seminggu menggunakan kapal Spill dengan rute Surabaya-Samarinda.

“Kita uji coba dahulu. Kita butuh menguji TOS (terminal operation system) dan banyak kru baru, yang masih butuh penyesuaian,” kata Direktur Operasi PT Terminal Teluk Lamong, Agung Kresno Sarwono. Dia menambahkan bila uji coba ini akan dilakukan sepanjang dua bulan.

Hari ini, sejumlah shipping line belum melakukan penambahan kapal maupun rute. Rata-rata shipping line wait and see, seperti apa pelayanan di Teluk Lamong. Tidak tertutup kemungkinan akan melakukan penambahan reut dan kapal bila pelayanan bagus.

”Kita manfaatkan kongesti yang ada di Tanjung Perak, agar bisa menekan waiting time,” kata Manajer Meratus Surabaya Selamet Rahardjo.

Hal senada disampaikan Manajer Operasional Evergreen Rudy Prastowo yang beharap Teluk Lamong ini bisa menekan kongesti di Tanjung Perak.(wh)