Tahun Kuda, Cerah buat Pasar Skutik

Tahun Kuda, Cerah buat Pasar SkutikTahun Kuda 2014 diyakini tetap cerah dan membawa berkah bagi pasar sepeda motor terutama untuk produk skuter matik (skutik). Kontribusi skutik terhadap total penjualan kendaraan roda dua di Tanah Air diproyeksi bakal menyentuh 70 persen.

Asosiasi Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat sepanjang 2013, lebih dari 60 persen pasar sepeda motor nasional dikuasai skutik. Peminatnya diyakini terus bertambah hingga akhir tahun ini.

Ketua bidang komersil Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Sigit Kumala memperkirakan penjualan sepeda motor sepanjang 2014 bakal mencapai 8 juta unit. Jumlah ini setara dengan pertumbuhan 5 persen terhadap 2013.

“Data resmi belum keluar, tapi di Desember 2013 penjualan sektar 500.000 hingga 600.000 jadi totalnya diperkirakan 7,6 juta unit,” tuturnya.

Jika market kendaraan bermotor roda dua mencapai 8 juta unit, artinya terdapat 5,6 juta unit penjualan baru motor matik. Pertumbuhan segmen skutik disusul motor sport. Sedangkan underbone alias motor bebek diprediksi stagnan.

Sekitar 14 persen market sepeda motor pada tahun lalu dikuasai motor sport, jumlahnya diproyeksikan naik menjadi 16 – 17 persen. Sementara motor bebek alias underbone, penguasaan pasarnya stagnan di bawah 20 persen.

Skutik semakin laris manis terdorong upaya agen tunggal pemegang merek (ATPM) sepeda motor menambah kapasitas produksi model ini. PT Astra Honda Motor (AHM) misalnya, meningkatkan produksi hingga 500.000 unit matik dari pengoperasian pabrik ke-4 di tahun ini.

Sementara itu, motor sport tumbuh sejalan dengan keluarnya model-model baru yang harganya jauh lebih terjangkau. Alhasil, lebih banyak konsumen kelas menengah dapat menjangkau produk ini.

“Beberapa merek mengeluarkan model sport yang harganya bersaing dengan matik. Ini membuat impian konsumen bisa memiliki motor ini tercapai,” ucap Sigit. (bisnis/bh)