Tahun Kelima, Konflik SuriahTelan Korban 220 Ribu Jiwa

perang-suriah

Konflik Suriah telah memasuki tahun kelima. Diawali dari tindak kekerasan oleh pemerintah setempat, konflik itu diperparah berkembangnya kelompok militan Negara Islam (IS). Selama itu, diperkirakan lebih dari 220.000 orang tewas dan setengah dari penduduk negara itu mengungsi. Kondisi itu membuat kelompok-kelompok hak asasi manusia menuduh masyarakat internasional gagal mengatasi konflik di Suriah.

Pada  akhir pekan lalu, aktivis media di kota Douma di Damaskus utara melaporkan bahwa lebih dari 20 orang, termasuk anak-anak tewas setelah pesawat perang pemerintah Suriah melancarkan serangan udara yang menargetkan daerah permukiman dan sekolah. Negara ini makin terpuruk karena konflik yang dilakukan pasukan pemerintah, kelompok-kelompok bersenjata, pejuang Kurdi, dan kelompok-kelompok pemberontak lainnya.
Konflik di Suriah dimulai sebagai aksi pemberontakan anti-pemerintah. Aksi anti-pemerintah itu ditandai dengan unjuk rasa massal pada 15 Maret 2011. Demonstrasi besar-besaran itu terinspirasi pemberontakan serupa di Mesir dan Tunisia.
Tapi, tindakan keras pemerintah pada demonstrasi mendorong munculnya aksi militerisasi yang berusaha menguasai negara. Sehingga, memunculkan konflik berlanjut hingga saat ini. “Tidak ada yang benar-benar bisa diharapkan bahwa kita akan mencapai tahap ini di mana kita benar-benar memiliki bencana nasional,” ujar Marwan Kabalan, seorang akademisi tentang Suriah di Doha Institute kepada Al Jazeera. (bst)