Tahun Ini, Surabaya Rampungkan 10 Sentra PKL Baru

Tahun Ini, Surabaya Rampungkan 10 Sentra PKL Baru
Kepala Dinkop UMKM Surabaya Hadi Mulyono dalam acara sarasehan di Graha Sawunggaling Surabaya, Kamis (4/9/2014).

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Dinkop UMKM) Kota Surabaya menargetkan akan menambah 10 sentra pedagang kaki lima (PKL) tahun 2014 ini.

“Untuk itu kami segera merampungkan 10 sentra PKL maksimal empat bulan lagi,” ujar Kepala Dinkop UMKM SurabayaHadi Mulyono di sela acara sarasehan yang digelar di Graha Sawunggaling Pemkot Surabaya, Kamis (4/9/2014).

Kata dia, kami, arahan dan statement dari Bu Wali Kota itu memacu kami untuk bersama-sama lebih fokus dalam menyelesaikan tugas dengan penuh tanggung jawab. Ibu wali sudah perhatian ke kami,” aku Hadi

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan bahwa kinerja Dinkop UMKM Surabaya lamban dan dinilai kurang maksimal.

Menurut Hadi, dari sisi pelaksanaan, pembangunan 10 sentra PKL tersebut sebenarnya terus memperlihatkan progres. Bahkan, sudah ada tiga sentra PKL yang sudah selesai dibangun.

Di antaranya sentra PKL di kawasan Gunung Anyar, Siwalankerto, dan Krembangan. “Sementara untuk sentra PKL yang di Deles MERR dan Jajar Tunggal (Wiyung), masih dalam proses pembangunan,” bebernya.

Sedangkan, untuk pembangunan lima sentra PKL lainnya, Hadi mengaku akan segera dibangun. Lokasinya ada wilayah di Klampis Ngasem, Babatan Pratama, Kembang Kuning, Manukan, dan Wonorejo (Rungkut).

Hadi mengakui, pengerjaan sentra PKL sedikit lambat lantaran harus memperhatikan status lahan dan pemanfaatannya. “Kendalanya berkaitan dengan lahan. Jangan sampai kita terganggu. Misalnya harus membangun di lahan yang ada bangunannya,” katanya.

Meski begitu, Hadi optimistis pembangunan sentra PKL baru tersebut semuanya akan selesai di akhir tahun 2014. Untuk memastikan pembangunannya selesai tepat waktu, Hadi mengaku sering turun sendiri ke lokasi untuk memantau pengerjaan.

“Target akhir tahun Insya Allah masih nutut (kesampaian). Dan memang harus nutut. Makanya dipacu oleh Ibu walikota. Karenanya, kita tidak ada waktu selain berpikir menyelesaikan tugas. Saya bersama Kabid juga turun langsung untuk ikut memantau pengerjaannya,” imbuhnya.

Pihaknya juga telah menemukan terobosan untuk meramaikan sentra PKL yang sudah ada. Ini karena memang tugas dari Dinkop UMKM tidak hanya membangun sentra PKL, tetapi  juga menata sentra PKL tersebut.

“Kami sudah lakukan berbagai terobosan untuk bisa meramaikan sentra PKL. Tetapi memang paling sulit itu bukan menempatkannya, tapi mengubah pola pikir pedagang yang awalnya berjualan individual kemudian bergabung ramai-ramai dengan manajemen di mana mereka harus menjaga kebersihan dan sebagainya,” tandasnya. (wh)