Tahun Ini, Setoran Pajak Properti Naik Kisaran 15 Persen

 

Tahun Ini, Setoran Pajak Properti Naik Kisaran 15 Persen

Bisnis properti mengalami peningkatan pesat, kurun waktu terakhir. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya produk properti seperti perumahan, rukoperkantoran, rukan, pergudangan, apartemen serta kondominium yang trennya tumbuh pesat.

Indikasi pertumbuhan sektor properti ini dapat juga dilihat peningkatan data Kredit Kepemilikan Properti baik KPR maupun KPA selama 2011-2013, rata-rata mencapai 26,07 persen per tahun.

Pertumbuhan tersebut memberikan dampak yang besar pada penerimanan pajak di sektor properti hingga pertengahan Desember 2013, realisasi setoran pajak properti mencapai Rp56 triliun. Angka itu naik 28 persen dibanding realisasi periode sama tahun lalu. Untuk tahun ini, diperkirakan naik 15 persen.

“Penerimaan sektor pajak tersebut masih bisa ditingkatkan mengingat potensi pajak dari sektor ini juga sangat besar.Pada tahun 2013 saja di perkirakan nilai transaksi properti di Indonesia mencapai Rp 700 triliun,” ujar Ketua Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur Erlangga Satriagung.

Pada tahun 2014, sebut dia, pemerintah akan terus meningkatkan penerimaan pajak dari sektor properti ini. Pasalnya, sektor properti masih jadi salah satu andalan dalam penerimaan negara dari pajak. Untuk itu, pengawasan dan juga sosialisasi kepada developer harus terus dilakukan dengan tujuan agar para pengusaha properti lebih peduli dan memahami akan kewajiban perpajakan dalam lingkup usahanya.

Kata Erlangga, pengetatan pengawasan harus dilakukan. Sebab selama ini, masih banyak pengembang perumahan yang menghitung pajak jual beli rumah berdasar nilai jual objek pajak (NJOP) dan nilainya lebih rendah dari harga riil. Padahal NJOP sebetulnya hanya merupakan acuan penghitungan nilai aset, bukan untuk penghitungan pajak.

“Dengan demikian, diharapkan pengusaha properti memenuhi kewajiban pajaknya.Sebab, membayar pajak merupakan kewajiban sekaligus bentuk pengabdian dan peran aktif warga negara dalam rangka ikut melaksanakan pembangunan nasional,” tandas alumnus ITS Surabaya ini. (wh)