Tahun ini, Jumlah Penumpang KA Diprediksi 441 Juta

Tahun ini, Jumlah Penumpang KA Diprediksi 441 Juta

(dari kiri) Heri Bastian (Ast Manager Angkutan Penumpang PT KAI DAOP 8 Surabaya), Lilik Prasetyo (Manager Angkutan Penumpang PT KAI DAOP 8 Surabaya), Gatut Sudiatmoko (Manager HUMAS PT KAI DAOP 8 Surabaya) dan Kresnayana Yahya, Chairperson Enciety Business Consult dalam acara Perspective Dialogue yang digelar di Radio Suara Surabaya, Jumat (24/3/2017). foto: arya wiraraja/enciety.co

Jumlah penumpang kereta api di tahun 2017  ini diprediksi akan sebanyak 441 juta  orang. Jumlah ini naik 10 persen dibanding tahun lalu yakni sebesar 351.8 juta  orang. Hal tersebut disampaikan oleh Kresnayana Yahya, Chairperson Enciety Business Consult dalam acara Perspective Dialogue yang digelar di Radio Suara Surabaya, Jumat (24/3/2017).

Menurut pakar Statistika ITS tersebut, jika sesuai prediksi, naiknya angka tersebut sangat berimbas positif. Diantaranya adalah mengurangi volume kendaraan yang ada di jalan raya, tingkat polusi dan lain sebagainya. “Dengan dapat mengangkut 351,8 juta orang pada tahun 2016, hal tersebut secara langsung menunjukkan jika Kereta Api menjadi angkutan terfavorit pada tahun 2016 yang lalu,” ujar Kresnayana menjelaskan.

Lantas, untuk mewujudkan kenaikan jumlah penumpang pada tahun 2017, saat ini PT KAI telah memiliki call center dengan nomor 121. Call center tersebut saat ini telah mendapatkan penghargaan service excellence. Selain itu, mulai tanggal 1 April 2017 mendatang PT KAI juga bakal menerapkan beberapa regulasi atau kebijakan baru yang dapat menjamin kenyamanan para pelanggan.

“Dengan memberlakukan beberapa regulasi baru terkait penjadwalan kereta yang mulai diberlakukan tanggal 1 April mendatang, hal tersebut membuktikan jika PT KAI terus berbenah untuk terus meningkatkan pelayanannya,” ujar dia lagi.

Dalam kesempatan itu, Kresnayana juga memaparkan jumlah kargo barang yang telah diangkut oleh PT KAI. Pada tahun lalu jumlahnya ada sekitar 2,2 juta ton. Memang saat ini jumlah angkutan kargo kereta api jumlahnya tidak lebih dari 10 persen.

“Namun, pada tahun 2016 angkutan untuk barang telah naik sekitar 25 persen. Lantas, pada tahun 2017 mendatang, jumlah tersebut diprediksi bakal meningkat dan hal itu merupakan salah satu potensi pasar yang dapat dimanfaatkan oleh PT KAI kedepannya,” ulas Kresnayana.

Selain itu, sambung dia, dengan mampu meningkatkan jumlah angkutan barang, maka beban pada jalan raya menjadi semakin berkurang. “Tentunya, hal tersebut menjadi hal yang positif untuk dapat memperpanjang umur jalan raya agar tidak gampang rusak seperti sekarang ini,” tegas dia. (ram)