Tahun Ini, DPRD Jatim Bahas Raperda Miras

Tahun Ini, DPRD Jatim Bahas Raperda Miras
Polisi menyita minuman keras jenis cukrik di Surabaya.

DPRD Jatim menjanjikan membahas dan menetapkan tentang Perda peredaran minuman beralkohol (miras) pada tahun anggaran 2014. Penegasan ini diberikan Ketua Badan Legislasi (Banleg) DPRD Jatim , Zainal Arifin, Selasa (7/1/2014).

“Sudah kita bahas dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda) pada 2013 lalu. Salah satunya  soal  Perda Miras,” kata Zainal Arifin.

Peredaran miras di Jatim  selama ini memang sangat longgar. Terbaru, belasan orang meninggal di Mojokerto akibat minuman oplosan pada perayaan pergantian malam Tahun Baru kemarin.

“Kita harus bergerak bersama untuk memastikan hal itu tak akan terjadi lagi ke depan. Semoga perda nanti bisa menjadi salah satu penangkalnya,” tambahnya.

Menurut dia, dalam raperda itu nantinya akan mengatur tata kelola penjualan minuman beralkohol, tempat yang boleh menjual minuman beralkohol dan sebagainya.

Sementara itu, di tempat terpisah, Ketua DPC Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Surabaya Arie S. Tyawatie menyambut positif dan mengapresiasi digagasnya raperda pengendalian minuman beralkohol oleh DPRD Jatim

“Alasannya, jika tidak ada pembatasan maka generasi muda akan semakin banyak yang salah jalur akibat sering bersinggungan dengan minuman keras,” kata dia.

Kata dia, awal kejahatan dan tindak kriminal mayoritas dari pengaruh minum-minuman keras. “Meski ada aturan yang melarangnya, namun masih ditemukan fakta banyaknya peredaran minuman keras. Ini yang harus dibenahi pemerintah dan aparat agar lebih ketat dan tegas penindakannya,” pungkasnya. (ant/ram)