Tahun ini, BNI Syariah Target Pertumbuhan Kredit 29,6 Persen

Tahun ini, BNI Syariah Target Pertumbuhan Kredit 29,6 Persen

 

PT Bank BNI Syariah mengincar pertumbuhan pembiayaan sebesar 29,6 persen tahun ini, sedikit di atas target pertumbuhan perbankan syariah yang dipatok 20-25 persen.

“Pembiayaan  tahun ini  akan  ditopang oleh pembiayaan konsumer, dan komersial,” ujar  Dirut BNI Syariah Dinno Indiano kepada pers seusai paparan publik di Jakarta, Kamis (27/2/2014).

Hingga akhir 2013, total pembiayaan  yang disalurkan BNI Syariah mencapai Rp 11,2 triliun. Dengan target pertumbuhan pembiayaan 29,6 persen, pembiayaan  persoran akan naik menjadi Rp 14,5 triliun pada akhir 2014.

Pertumbuhan bisnis perseroan tahun ini juga akan didorong oleh tambahan 26 unit cabang-cabang mikro. Fokus perseroan memang memperbesar segmen mikro, terutama di Indonesia Timur. Hingga kini, layanan mikro BNI Syariah tersebar di 15 kantor cabang dan 66 kantor cabang pembantu.

Sementara untuk dana pihak ketiga (DPK) dipatok tumbuh 41 persen  atau lebih tinggi dari realisasi tahun lalu yang berkisar 27 persen. Peningkatan DPK akan ditopang oleh masuknya dana setoran haji dari bank konvensional ke bank syariah.

“Itu dengan catatan, tidak ada perubahan kebijakan lagi. Saat ini, masih dibahas rekonsiliasi dengan induk usaha, BNI Syariah dan Kementerian Agama,” ujar Direktur Bisnis BNI Syariah Imam T. Saptono.

Dia mengungkapkan, pihaknya akan berupaya  mempertahankan porsi dana murah atau CASA lebih besar dibanding dana mahal  dari total dana pihak ketiga (DPK) yang dikelolanya. Saat ini, total dana murah mencapai kisaran 57 persen dari total DPK yang mencapai Rp 11,4 triliun.

Imam mengungkapkan dana murah berupa tabungan dan giro yang mendominasi akan membuat pendapatan perseroan  lebih besar. Pada 2013, BNI Syariah membukukan laba sebesar Rp 117,6 miliar atau naik 15,44 persen  dari tahun sebelumnya.

“Kami akan menggenjot dana murah dari berbagai program tabungan, seperti tabungan anak. Ada juga tabungan tenaga kerja Indonesia (TKI) dari cabang kami di Hong Kong, serta dana setoran ibadah haji limpahan dari bank umum,” papar Imam.(wh)