Tahun Depan, Wanita Arab Saudi Boleh Ikut Pemilu

Tahun Depan, Wanita Arab Saudi Boleh Ikut Pemilu
sumber foto: weeklystandard
Arab Saudi   mulai   memberi kesempatan pada para wanita negeri tersebut untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik. Mulai tahun depan,   negeri Petrodolar ini   mengijinkan para wanita untuk ikut pemilu. Langkah ini bertujuan memenuhi aspirasi, mimpi dan kebutuhan semua warga, khususnya dalam masalah perkembangan kota. Setiap warga negara, yang memegang identitas yang sah, dapat berpartisipasi dalam pemilihan kota sebagai pemilih atau kandidat yang dipilih jika memenuhi persyaratan.
Warga Arab Saudi yang ingin memilih harus telah berusia 18 tahun pada hari pemilihan, yang bertepatan dengan 1/3/1437 Hijriah (pada 2016 Masehi). Mereka juga harus penduduk daerah pemilihan di mana mereka memberikan suaranya. Pria dan wanita, berusia 25 tahun atau lebih dan tanpa catatan kriminal, dapat dipilih dalam pemilihan di wilayah dimana mereka telah terdaftar sebagai pemilih.
Pasal 66 undang-undang kota yang baru menyatakan kebutuhan untuk menyusun prosedur yang relevan dan peraturan yang menjamin partisipasi perempuan sesuai dengan peraturan Syariah.
Panitia  pemilihan di Arab Saudi akan melaksanakan tugas pemilihan dan menyiapkan pusat pemilu independen dan terpisah untuk wanita, yang memenuhi norma dan standar kesetaraan internasional. Hampir 30.000 warga diharapkan terlibat dalam proses penyelenggaraan pemilu. Jumlah tersebut tidak melebihi 16.000 selama dua pemilu terakhir.
Judai bin Nahar Al-Qahtani, juru bicara General Committee for Municipal Elections, mengatakan 16 komite lokal akan mengatur pemilihan di seluruh kerajaan. Jumlah karyawan pria dan wanita dalam komite ini diharapkan sekitar 30.000 orang.
Wanita akan menjadi mitra dalam penyelenggaraan pemilu, mempersiapkan lokasi pemilihan dan mengembangkan komite, serta prosedur untuk pemilih perempuan. Al-Qahtani mengatakan, komite lokal dari dewan kota memilih lokasi yang cocok untuk pendaftaran pemilih dan menerima pendaftaran nominasi.
Kebanyakan lokasi akan didirikan di sekolah. Pihak berwenang juga melihat tempat-tempat seperti universitas atau bangunan pemerintahan Arab Saudi yang mungkin dijadikan tempat terkait pemilihan umum. (bst)