Tahun Depan, Pemerintah Jokowi Tambah Utang Rp 300 Triliun

Tahun  Depan, Pemerintah Jokowi Tambah Utang Rp 300 Triliun
foto: teropongbisnis.com

Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) berencana menambah utang hingga Rp 300 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016. Utang tersebut digunakan untuk menutup defisit anggaran yang diproyeksikan pada level 1,7 persen-2,1 persen.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Robert Pakpahan mengungkapkan, pemerintah belum mempunyai angka spesifik mengenai kebutuhan hutang di tahun depan. Namun sudah ada hitungan kasarnya.  “Dengan target defisit anggaran 1,7 persen-2,1 persen pada tahun depan, kita butuh hutang dan non utang. Jika Produk Domestik Bruto (PDB) tahun depan Rp 12.000 triliun, maka harus tambah utang Rp 250 triliun-Rp 300 triliun di 2016,” ujarnya.

Sementara dengan nilai PDB Rp 11.000 triliun pada 2015, total hutang pemerintah pusat Indonesia mencapai Rp 2.845,25 triliun dari akhir 2010 hingga akhir Mei 2015. “Tambahan utang Rp 250 triliun-Rp 300 triliun tahun depan itu belum fix karena pemerintah sedang menggenjot pembangunan infrastruktur dan lainnya,” terang Robert.

Adapun kebijakan pembiayaan hutang 2016, Robert menjelaskan, antara lain untuk mengendalikan rasio utang terhadap PDB dan mengoptimalkan peran serta masyarakat dalam rangka pemenuhan kebutuhan pembiayaan dan melakukan pendalaman pasar obligasi domestik. (lp6)