Tahun Depan, Kemenpera Siapkan Rp 5,1 T untuk Pembiyaan Rumah

 

Tahun Depan, Kemenpera Siapkan Rp 5,1 T untuk Pembiyaan Rumah

Kementerian Perumahan Rakyat (Kempera) pada 2015 mendatang akan kembali mendorong kembali terlaksananya program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Dana yang dialokasikan sebesar Rp 5,1 Triliun.

Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu program pemilikan sebanyak 60.000 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Yaitu melalui KPR dengan suku bunga 7,25 persen selama masa tenor maksimal 20 tahun. “Kempera pada 2015 akan mendapatkan alokasi dana FLPP sebesar Rp 5,1 Triliun untuk mendukung pemilikan 60.000 rumah bagi MBR,” ujar Deputi Bidang Pembiayaan Sri Hartoyo Kemenpera.

Menurutnya, program KPR FLPP yang dilaksanakan oleh Kempera bekerjasama dengan sejumlah bank nasional maupun daerah sangat membantu pembiayaan pemilikan rumah bagi MBR. Pasalnya masyarakat yang memanfaatkan KPR FLPP dapat memiliki rumah pertamanya dengan suku bunga tetap 7,25 persen selama masa tenor angsuran sehingga jumlah angsurannya cukup ringan.

Lebih lanjut, Sri Hartoyo menerangkan, secara tidak langsung adanya program FLPP diharapkan dapat mengurangi backlog perumahan di Indonesia yang saat ini diperkirakan mencapai angka 15.000.000unit. Namun d emikian, jika mengacu pada data BPS, jumlah backlog perumahan pada 2010 lalu sudah mencapai angka 13,6 juta unit.

Selain dana FLPP, Kempera juga mendapatkan alokasi dana APBN sebesar Rp 4,621 triliun untuk program pembangunan perumahan dan kawasan permukiman.Pemanfaatan dana APBN tersebut rencananya akan digunakan untuk penyediaan Rusunawa, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya dan Peningkatan Kualitas Permukiman kumuh. “Masyarakat selain dapat memanfaatkan KPR FLPP untuk rumah tapak juga bisa untuk membeli Rusunami sesuai harga jual yang ditetapkan oleh pemerintah,” ujar Sri. (bst/ram)