Tahun Depan, IMF Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Tetap 5,1 Persen

Tahun Depan, IMF Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Tetap 5,1 Persen

Kondisi perekonomian global saat ini di mana harga minyak dunia terus anjlok dan kemungkinan peningkatan suku bunga AS tampak kurang mendukung pertumbuhan ekonomi di Tanah Air. Karenanya, Senior Advisor for Asia and Pacific Department dari IMF David Cowen memprediksi perekonomian Indonesia akan tumbuh dengan laju yang sama di tahun depan.

“Berbicara mengenai proyeksi pertumbuhan domestik bruto (PDB), saya rasa kita harus lihat dari perspektif yang lebih luas secara global. Dengan kondisi global yang kurang suportif, proyeksi kami, PDB Indonesia tahun depan masib bertahan di level 5,1 persen,” ujar Cowen di Jakarta, Selasa (16/12/2014).

Cowen menjelaskan, itu merupakan kabar baik mengingat saat ini perekonomian Indonesia berada di tengah tekanan global dan peningkatan risiko seperti perlambatan ekonomi China dan pengetatan kebijakan moneter Amerika Serikat. Dia juga menyarankan Indonesia agar tidak hanya fokus mengejar target pertumbuhan dalam waktu singkat.

“Biarpun ekonomi Indonesia diprediksi tumbuh dengan laju yang sama tahun depan, tapi itu sudah prestasi besar,” tambahnya.

Namun Cowen menjelaskan, pemangkasan subsidi yang dilakukan pemerintah pada November 2014 akan memberikan ruang fiskal yang lebih luas tahun depan. Jika pengalihan subsidi BBM benar-benar dialihkan untuk pembangunan infrastruktur maka hal tersebut dapat membantu mendorong pertumbuhan PDB domestik.

Diakui Cowen, masih butuh waktu cukup lama untuk Indonesia mempercepat laju pertumbuhannya ke level di atas 6 persen.

Menanggapi proyeksi IMF, Ketua Tim Ahli Wapres Sofyan Wanandi mengatakan, pemerintah sejauh ini masih berharap PDB Indonesia berada di kisaran 5,5 persen hingga 5,8 persen.

“Tahun ini dan 2015 memang sulit buat Indonesia, tapi pemerintah sudah melakukan berbagai upaya dan perbaikan yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan,” katanya. (lp6/wh)