Tahun Depan, Dana Desa Rp 9,1 T Cair

 

Tahun Depan, Dana Desa Rp 9,1 T Cair

Tahun depan, Pemerintah mulai mencairkan alokasi dana desa senilai Rp 9,1 triliun. Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Budiarso Teguh Widodo mengatakan ada dua K/L yang akan menerima anggaran dana desa, yaitu kementerian dalam negeri, dan kementerian pekerjaan umum.

“Masing-masing K/L akan mendapat alokasi dana desa sebesar Rp 7,6 triliun dan 1,4 triliun,” kata Boediarso di Jakarta, Rabu (24/9/2014).

Adapun, sejauh ini anggaran itu masih dikucurkan melalui sejumlah program yang sudah berjalan, seperti program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) mandiri.

Selain PNPM, program lainnya yang menggunakan dana desa antara lain dana bantuan langsung masyarakat (BLM), baik BLM penghidupan berkelanjutan maupun BLM pendukungnya. Program-program itu berada di bawah kemendagri. Sedangkan untuk kementerian PU, dana desa yang diperoleh dialokasikan untuk program sistim penyediaan air minum (SPAM) pedesaan.

Sebetulnya, dana desa yang diamanatkan dalam Undang-undang, harus dialokasikan sebesar 20 persen dari total dana transfer daerah. Namun, menteri keuangan Chatib Basri berpendapat, sebelum sampai ke nilai anggaran sebesar itu perangkat desa harus disiapkan. Mengelola dana sebesar itu tidak mudah, salah-salah berujung kasus hukum dikemudian hari.

Sementara itu ketua rapat panitia kerja (Panja) Tamsil Linrung berpesan penyaluran dana desa harus memiliki mekanisme yang jelas. Terutama dari sisi pengawasan dan pencatatan di kemendagri, yang menerima anggaran paling besar.

Rencananya, seluruh dana desa akan disalurkan dalam tiga tahap. Tahap pertama, dana desa yang disalurkan sebesar 40 persen, pada minggu ke-II bulan April. Tahap kedua akan dicairkan sebesar 40 persen juga, pada minggu ke II bulan agustus, dan terakhir sebesar 20 persen pada minggu ke II bulan November 2015. (bns/ram)