Tahun Depan, AirAsia Indonesia Melantai di Bursa

airasia indonesia

Rencana maskapai Indonesia AirAsia untuk melantai di pasar modal Indonesia tampaknya akan terwujud tahun depan. Namun, perusahaan masih akan melihat kondisi global dan domestik sebelum melakukan aksi korporasi tersebut. “Kami akan melihat kondisi pasar dulu, nilai tukar. Saya berharap bisa di kuartal pertama tahun depan,” ujar Presiden Direktur AirAsia, Tony Fernandes di sela-sela acara World Economic Forum on East Asia 2015 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (20/4/2015).

Menurut Tony, AirAsia akan melepas sekitar 20 persen sahamnya. “Saya pikir sekitar 20 persen,” ujar Tony. Pengusaha yang juga pemilik klub liga Inggris, QPR tersebut, optimistis terkait rencana pihaknya melakukan penjualan saham perdana (Initial Public Offering/IPO). Apalagi, Tony menilai sektor pariwisata Indonesia masih akan terus bertumbuh. Dia menyatakan, sektor pariwisata Indonesia masih akan tumbuh dalam beberapa tahun mendatang.

Bahkan, Tony memperkirakan jumlah wisatawan Indonesia bisa mencapai 40 juta atau dua kali lipat di atas prediksi Kementerian Pariwisata. “Sebab, Indonesia punya banyak potensi. Banyak lokasi wisata yang bisa dikembangkan, Indonesia bukan cuma Bali. Kami ingin berkembang di sini,” ujar Tony. Hal tersebut telah dibuktikan AirAsia dengan terbang dari Bandung ke sejumlah kota dan negara di kawasan.

Disampaikan Tony, dia sudah berbicara dengan tiga bank terkait rencana IPO yang akan diambil Air Asia. “Kita sudah bicara dengan tiga bank dan tidak ada masalah. Kami tinggal menyempurnakan rencana IPO ini. Jadi perkembangan IPO akan sangat bagus,” jelasnya.

Untuk diketahui, saat ini mayoritas saham Indonesia AirAsia sebesar 49 persen dikuasai AirAsia Berhad. Kemudian sebanyak 20 persen dimiliki Darmadi Pin Harris, 21 persen oleh Senjaya Wijaya, dan 10 persen dikuasai PT Fersindo Nusaperkasa. (oke)