Tahun Baru, Polda Jatim Terjunkan 11.600 Personel

Tahun Baru, Polda Jatim Terjunkan 11.600 Personel
Polisi mengamankan motor yang melanggar aturan kelengkapan.

Sebanyak 11.600 personel kepolisian disebarkan Polda Jatim untuk mengawal dan mengamankan malam Tahun Baru 2014 di seluruh Jatim.

Wadirlantas Polda Jatim AKBP Agus Santosa mengatakan, personel kepolisian tersebut disebar di berbagai tempat keramaian. Mulai dari tempat pariwisata, terminal dan jalan umum. “Kami tidak ingin masyarakat terganggu kenyamanan dan keamanan pada malam tahun baru,” katanya saat sidak Car Free Night di Taman Bungkul, Surabaya, Senin (30/12/2013).

Agus menuturkan, pengamanan ini untuk menekan angka kecelakaan saat pergantian Tahun Baru. Ia juga menganjurkan agar masyarakat berperan aktif, terutama dengan tidak menggunakan knalpot berisik (brong,red) yang dapat mengganggu kenyamanan orang lain.

“Sejauh ini kami sudah menyita 106 ribu knalpot bronk di tahun 2013 saja,” katanya.

Dia menjelaskan, selain kota Surabaya, Kota Sidoarjo juga menyelenggarakan Car Free Night (CFN). Jika di Surabaya ada empat lokasi yang menjadi tempat lokasi acara tersebut. Sedang di Sidoarjo, hanya satu tempat, yakni di jalanan Alun-Alun Sidoarjo.

“Kita berharap agar pengamanan ini dapat maksimal dan saya berharap agar masyarakat dapat memahaminya,” ujarnya.

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Raydian Kokrosono menjelaskan, empat lokasi CFN Surabaya memiliki tema-tema sendiri dan tersegmen dalam beberapa kelompok masyarakat. Seperti di Jl. Darmo, bertema Culture Area yang ditujukan untuk orang-orang tua. Jl. Tunjungan, dengan tema Youth Area diperuntuhkan untuk anak muda. Jl.  Gubernur Suryo dengan temas Sport and Edutaiment Area ditujukan untuk pecinta olahraga. Terakhir di Jl. Panglima Sudirman bertajuk Community Area, ditujukan untuk masyarakat atau komunitas.

“Lokasi penutupan Car Free Night dimulai dari traffic light KBS dan beberapa ruas Jl. Tunjungan dan Plaza Boulevard,” terangnya.

Dijelaskan, sebelum diadakan CFN yang dimulai pada pukul 15.00 hingga 01.00 dini hari, akan dilakukan sistem lalu lintas buka tutup. Namun, setelah tepat jam yang telah ditentukan, maka pengalihan arus pun dilakukan.

Raydian membeberkan, beberapa pengalihan arus nantinya dilakukan dari beberapa titik ruas jalan untuk mengurai kemacetan. Menuju Jl. Raya Darmo, pengalihan arus kendaraan menuju Jl. Diponegoro, kemacetan kembali diurai dengan dibukanya flyover Pasar Kembang pada pukul 10.00, hari ini (31/12/2013). Yang boleh melewati hanya kendaraan roda dua dan empat dan kendaraan umum (kol atau lyn, red). Sedang menuju ke Jl. Tunjungan akan dialihkan ke Jl Genteng kali, sementara pengendara yang hendak menuju Gubernur Suryo dari Jl. Basuki Rahmat, akan dialihkan ke Jl. Embong Malang. Pengalihan terakhir yang hendak menuju Jl. Panglima Sudirman dari arah Surabaya Plasa, maka dialihkan ke Jl Kayoon.

“Sejumlah ruas jalan akan menjadi pengalihan arus pengurai kemacetan. Mengenai antisipasi penguraian kemacetan kami akan semkasimal mungkin melakukan pengaturan lalu lintas khusunya jalan alternatife car free night dan akan dikerahkan sekitar 400 personel Sat Lantas Polrestabes Surabaya,” jelasnya.

Ia menambahkan, bertepatan CFN, pengendara juga disediakan dua kawasan parkir cukup besar, yakni daerah KBS dan parkiran Lapangan Basra. Serta beberapa parkiran kecil yakni Jl. Juwono, Kapuas sisi timur, Embong Malang dan Embong Sawo. Mengenai pengamanan parkiran, kata dia, sudah dilakukan koordinasi dengan pihak pemkot dan dishub untuk penjagaannya.

“Kami juga antisipasi masyarakat yang akan menuju Surabaya. Dengan kerahkan pasukan di empat titik masuk wilayah Surabaya dengan mengerahkan ratusan personil untuk mengatasi massa konvoi,” pungkasnya.(wh)