Tahun Baru, Omzet Pedagang Parcel Surabaya 400 Persen

Tahun Baru, Omzet Pedagang Parcel Surabaya 400 Persen
Liliana Sutanto, Pemilik Toko Parcel Elson ditemui di Toko Parcelnya, di Jalan Wali Kota Mustajab Surabaya, Rabu (30/12/2015). Foto: aryawiraraja/enciety.co

Perayaan Natal dan Tahun Baru 2016 menjadi berkah tersendiri para pedagang parcel di Surabaya. Pasalnya, pada Desember 2015, penjualan parcel meningkat hingga 400 persen. Sudah ratusan paket parcel terjual.

Hal itu diungkapkan Liliana Sutanto, pemilik toko parcel Elson di Jalan Wali Kota Mustajab Surabaya, kepada enciety.co, Rabu (30/12/2015).

“Ada beberapa paket parcel yang kami tawarkan. Paket parcel tersebut berkisar antara Rp 100 ribu hingga Rp 3 juta. Paket parcel dibedakan sesuai dengan isi dari barang atau makanan yang ada di dalamnya,” jelasnya.

Liliana mengaku bisa bertahan selam 20 tahun di bisnis parcelkarena memperhatikan kualitas produk. “Mulai dari kualitas kemasan hingga kualitas barang yang kami jual. Kami sangat memperhatikan tanggal kedaluarsa barang. Kualitas produk kami secara tidak langsung dapat mengikat kepercayaan pelanggan,” papar dia.

Ia lalu mengatakan, jika saat ini dirinya banyak melayani pemesanan dari kolega yang telah lama jadi pelangganannya. Pesanan yang datang bukan hanya dari dalam Kota Surabaya saja, tapi juga dari luar kota dan luar pulau, seperti Kalimantan, Sulawesi dan NTT.

Terkait strategi pemasaran, Liliana menegaskan saat ini menggunakan media sosial seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, dan lain sebagainya. “Namun, kami lebih banyak melayani pelanggan lama. Contohnya instansi perkantoran yang memesan lewat telepon,” ungkapnya.

Terkait omzet, Liliana mengaku jika pada Desember ini telah menghasilkan puluhan juta rupiah. “Lebih Rp 50 juta, tepatnya saya tidak bisa bilang,” tutur dia, lantas tersenyum.

Hal yang tidak jauh berbeda dikatakan Franscesius. Ia mengatakan jika usaha parcelnya laris manis ketika memasuki bulan-bulan dengan momen penting. Seperti Ramadan dan Desember yang di dalamnya ada Hari Natal dan perayaan Tahun Baru.

Franscesius  menunjukkan parcel kemasan modern di tokonya, di Jalan Wali Kota Mustajab Surabaya, Rabu (30/12/2015). Foto: aryawiraraja/enciety.co
Franscesius menunjukkan parcel kemasan modern di tokonya, di Jalan Wali Kota Mustajab Surabaya, Rabu (30/12/2015). Foto: aryawiraraja/enciety.co

“Kami sangat kuwalahan untuk memenuhi permintaan pembeli,” jelas dia ketika ditemui di tokonya di kawasan Jalan Jalan Wali Kota Mustajab Surabaya.

Terkait strategi pemasaran, Frans mengungkapkansekarang menyasar pasar anak muda. “Kini kami membuat parcel dengan tampilan modern dengan menggunakan peti yang terbuat dari kotak berbahan dasar kertas karton,” ungkapnya.

Barang yang ditawarkan di dalam parcel modern buatannya hampir sama dengan isi parcel kebanyakan. Yaitu, makanan, minuman, barang pecah belah, boneka dan lain sebagainya.

“Untuk isi, kami menyesuaikan permintaan, tergantung request pemesan,” tutur dia.

Kata dia selain dari mulut kemulut, ia menggunakan media sosial sebagai ujung tombak memperkenalkan produk parcel miliknya. “Sekarang serba gampang, tinggal angkat telepon kami akan mengantar pesanan parcel pelanggan langsung ke alamat yang dituju,” terangnya.

Dengan inovasi ini, Frans mengaku jika omzet pada Desember naik tajam. Kurang lebih dia meraup Rp 30 juta pada akhir tahun 2015 ini. “Desember ini kami omzet kami naik dua kali lipat. Dengan inovasi ini, kami dapat membuka pasar baru, terutama pasar anak muda,” tandasnya. (wh)