Tahu Tek, jadi Kuliner Unggulan UMKM PE Lakarsantri

Puluhan ibu-ibu dari berbagai kelurahan di Kecamatan Lakarsantri Surabaya saat mengikuti pelatihan membuat tahu tek yang enak di Kelurahan Lidah Wetan, Jumat (17/10/2014).teguh andoria/enciety

Tahu Tek, jadi Kuliner Unggulan UMKM PE Lakarsantri
Puluhan ibu-ibu dari berbagai kelurahan di Kecamatan Lakarsantri Surabaya saat mengikuti pelatihan membuat tahu tek yang enak di Kelurahan Lidah Wetan, Jumat (17/10/2014).teguh andoria/enciety

Siapa yang tidak kenal dengan tahu tek Surabaya? Makanan tradisional yang satu ini telah menjadi bagian dari ikon Kota Pahlawan. Karena itu, tidak berlebihan jika puluhan warga Lakarsantri berbondong-bondong untuk menjadikan tahu tek sebagai produk unggulan mereka di Pahlawan Ekonomi (PE) 2014 Surabaya.

Diterangkan Cheef dari Surabaya Hotel School, Kristin, dipilihanya tahu tek sebagai produk unggulan culiner business (CB) lantaran hampir sebagian warga Surabaya telah mengenal tahu tek. Bahkan dipantaunya banyak yang sudah jago memasak kuliner dengan bahan utama tahu dan lontong itu.

“Cara membuatnya kan mudah. Jadi diharapkan bisa dipraktekkan ibu-ibu di rumah dan bisa dijual,” terangnya saat ditemui di sela-sela memberikan pelatihan kepada peserta PE 2014 Lakarsantri di Kelurahan Lidah Wetan Surabaya, Jumat (17/10/2014).

Puluhan ibu-ibu juga diajarkan cara membuat tahu tek yang benar-benar enak dan menggoyang lidah. Satu di antara cara dasarnya, Kristin menjelaskan ibu-ibu harus menyiapkan tahu goreng setengah matang dan lontong yang dipotong-potong kecil.

“Kemudian bisa ditambah kentang goreng, sedikit toge, dan irisan ketimun, lalu disiram dengan bumbu kacang yang sebelumnya di ulek terlebih dahulu. Terakhir taburkan kerupuk udang,” ajarnya.

Namun agar semakin enak cita rasanya, menurut Kristin, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ibu-ibu. Di antaranya saat mengocok telur harus rata dan bisa ditambahkan merica dan garam. Kemudian campur dengan tahu dan dadar lalu dihaluskan.

Selain belajar membuat tahu tek, sedikitnya 70 ibu-ibu dari berbagai kelurahan di Kecamatan Lakarsantri juga diajarkan cara membuat keset untuk dibuat home industry (HI) dan membuat kerudung sulam payet untuk dibuat creative industry (CI) di lingkungannya masing-masing. Pelatihan PE 2014 ini semakin digalakkan seiring dengan masyarakat Surabaya yang akan menyambut pasar bebas di Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015 mendatang. (wh)