Tahanan Sakit, Petugas Rutan Medaeng Beri Obat Seadanya

 

Tahanan Sakit, Petugas Rutan Medaeng Beri Obat Seadanya

Rumah Tahanan (Rutan) Surabaya Klas I di Medaeng menyiapkan satu unit ambulans untuk membawa narapidana (napi) atau tahanan sakit. Dengan memiliki ambulans ini, diharapkan agar napi atau tahanan yang sakit parah bisa segera dibantu penanganannya di rumah sakit atau puskesmas terdekat.

“Hanya itu yang bisa kami lakukan. Kalau subsidi silang kami tidak berani. Nanti kena pasal korupsi,” ujarnya saat ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (23/4/2014).

Diakuinya, sisa obat-obatan yang kini masih tersedia di Rutan Medaeng pun belum lengkap. Selama tiga bulan ini bila ada tahanan sakit diberikan obat seadanya. Dan ada beberapa obat untuk penyakit tertentu yang sudah dinyatakan habis.

Kepala Rutan (Karutan) Surabaya Klas I Medaeng Kadiyono juga mengeluhkan hal yang sama yaitu obat-obatan yang semakin habis. “Kami berharap agar napi atau tahanan mudah-mudahan saja tidak ada yang sakit parah,” katanya.

Rutan Medaeng sendiri kini lebih mengandalkan koordinasi dengan Dinkes Kabupaten Sidoarjo dan dalam penanganan napi yang sakit terbantu dengan adanya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dari RSUD DR. Soetomo. “Saat ini ada satu orang napi pidana umum yang dirawat di RS karena jatuh dari kamar mandi,” katanya.

Untuk penyakit seperti batuk dan pilek atau penyakit ringan lainnya, pihak Rutan Medaeng sendiri berupaya mencegah agar penyebaran penyakit tidak meluas.

Dengan jalan napi atau tahanan yang ada didalam diharapkan menjaga kebersihannya secara tertib. Dan mereka diwajibkan menjaga kebersihan di masing-masing bloknya sendiri. Di Rutan Medaeng sendiri ada 10 blok yang tersedia.

“Cuaca yang tidak menentu membuat banyak yang tahanan sakit tapi masih bisa teratasi dengan pemberian obat dan disuruh istirahat yang cukup,” ujar pria asal Jawa Tengah ini. (wh)