Tahan Lonjakan Harga, Stok Telur Ditambah

 

Tahan Lonjakan Harga, Stok Telur Ditambah

Dinas Peternakan Jawa  Timur  bakal menambah stok telur dan daging ayam potong. Ini dilakukan untuk menahan lonjakan harga jelang bulan puasa.  Saat ini, telur telah mencapai Rp18.000/ kg dan daging ayam potong, Rp 28.000/ kg.  “Kami coba meningkatkan pembibitan ayam potong lebih banyak. Kini jumlah stok daging ayam kami sekitar 39.570 ton dan 220.093 ton telur ayam broiler,” ujar Kepala Dinas Peternakan, Maskur, Senin (23/6/2014).

Menurut Maskur, stok tersebut dinilai cukup untuk kebutuhan hingga tiga bulan ke depan, yakni mulai Juni hingga Agustus mendatang.

Ditambahkannya, meskipun permintaan di daerah lain juga alami peningkatan, namun ia memastikan stok Jatim tak akan dijual ke luar Jatim dan dipastikan aman. “Kami memang menjadi pengekspor daging dan telur untuk DKI Jakarta, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan sebagian Papua dan permintaannya juga meningkat saat ramadhan. Tetapi itu tak akan mengurangi distribusi kebutuhan untuk Jatim,” ungkapnya.

Saat ini estimasi kebutuhan telur ayam broiler saat bulan Juli adalah 118.127 ton. Dan estimasi daging ayam broiler 97,132 ton. Guna meredam inflasi, Perum bulog Divre Jatim juga menggelar operasi pasar (OP) untuk komoditas telur ayam dan daging ayam potong seja 9 Juni lalu.

OP digelar di dua lokasi pasar di Surabaya, yakni Wonokromo dan Tambakrejo, serta seluruh Sub Divre Bulog se-Jatim. “OP ini kami gelar atas kerjasama dengan Pemprov Jatim melalui Disperindag. Untuk telur kami jual Rp 16.500 per kilogram dan daging ayam potong Rp 26.000 per kilogram. Harga ini dibawah harga pasaran,” kata Kepala Divre Bulog Jatim, Rusdianto.

Dalam melakukan OP, Bulog Jatim menggerakkan salah satu unit usahanya yakni BulogMart. Tak hanya di Surabaya, Rusdianto juga mengistruksikan pada 29 unit BulogMart se-Jawa Timur untuk ikut menggelar OP serupa di berabagai daerah.

“Sebagian BulogMart hari ini juga mulai ikut menggalar OP dan sebagian lain masih tahap persiapan, karena harus mencari produsen dan harga beli yang pas sebelum dijual di OP,” ungkapnya.

Di setiap titik lokasi OP, pihaknya menyiapkan daging di tiap titik 50 kg dan telur 100 kg. Ia pun mengaku jika OP ini cukup positif, karena masyarakat bisa lebih tenang dan gejolak harga bisa berkurang.

“Jika tidak ada gejolak kenaikan berlebih maka tidak akan ada OP. “Ini akan kami gelar terus setiap hari sampai hasil evaluasi Pemprov Jatim dilakukan. Kalau dirasa sudah cukup, maka kami hentikan, kalau diminta terus, ya kami jalan terus,” tukasnya.  (ram)