Susahnya Merawat Terminal Kalimas

Susahnya Merawat Terminal Kalimas

Pelabuhan Kalimas merupakan terminal legendaris dan merupakan kawasan penting bagi perdagangan di Surabaya. Pelabuhan Kalimas kini telah bergeser menjadi pelabuhan kapal-kapal kecil dan kapal-kapal kayu atau Kapal Layar Motor (KLM).

Kapal-kapal yang berlayar rata-rata maksimal 1.000 DWT dengan muatan yang tidak terlalu banyak. Ini disebabkan kondisi sungai yang kerap mengalami sedimentasi, dimana banyak lumpur dan kotoran dari hulu yang mengalir menuju hilir. Hal ini yang menyebabkan pendangkalan  sungai dan kerap menyulitkan untuk olah-gerak kapal.

PT Pelabuhan Indonesia III Cabang Tanjung Perak sendiri kesulitan utnuk melakukan perawatan alur sungai maupun kolam. “Kita sudah sering menganggarkan biaya besar untuk melakukan perawatan dengan melakukan pengerukan. Tapi itu hanya efektif sementara saja,” kata Deputy General Manager Pelindo III Cabang Tanjung Perak, Bambang Hasbullah, Kamis (24/7/2014).

Semester kedua tahun ini, Pelindo III Cabang Tanjung Perak telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 3 miliar untuk melakukan pengerukan. Pengerukan ini diharapkan bisa memberi ruang gerak kapal agar tidka terjadi stagnan.

“Pengerukan ini nantinya untuk mendapatkan kedalaman -4 sampai -5 meter LWS,” lanjutnya.

Bambang menerangkan banyak kapal kesulitan masuk ke dermaga atau keluar ketika air sungai sedang surut. Praktis kerap terjadi stagnasi dan menyebabkan jadwal kedatangan dan keberangkatan kapal tersendat.

Bila ini terjadi, Pelindo III Cabang Tanjung Perak dan Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak meminjam kapal tunda untuk menarik kapal-kapal yang terjebak akibat surutnya permukaan air sungai.

“Kita sudah sering melakukan berbagai upaya, hingga mendatangkan tim ahli. Tetapi sedimentasi dan kultur alam di Kalimas tidak gampang dilawan dengan teknologi canggih,” tegas pria kelahiran Gresik itu. Setiap dilakukan revitalisasi, dalam tempo kurang dari lima bulan terjadi pendangkalan.

Semeester dua tahun ini, Pelindo III Cabang Tanjung Perak berencana melakukan pendalaman disisi selatan sepanjang 550 meter. Sisi ini diharapkan bisa digunakan untuk kegiatan kapal-kapal lain agatr tidak terjadi penumpukan di sisi utara.

Humas Pelindo III Cabang Tanjung Perak Dhany Rahmat Agustian menyebutkan kondisi eksisting kedalaman hanya 3-4 meter. Dengan direvitalisasi sisi selatan, bisa meningkatkan jumlah kapal yang singgah, sekaligus melakukan penataan kapal tender maupun sedang bongkar muat.

“Kita harapkan kunjungan kapal bisa naik 10 persen dari eksisting. Sejauh ini jumlah pergerakan kapal rata-rata 70 unit perhari, yang terdiri dari 35 kapal pelra atau KLM dan 35 unit kapal besi,” urainya. (wh)