Survey Setara: Kinerja Menteri Susi Paling Yahud di Kabinet Jokowi

 

Menteri Susi Puji Kualitas Garam Madura
Menteri Susi Puji Kualitas Garam Madura

Berdasarkan studi kualitatif terhadap kinerja kerja menteri-menteri Kabinet Kerja selama satu tahun, Setara Institute menemukan bahwa kinerja menteri terbaik diraih oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Penilaian tersebut menggunakan tujuh indikator, yakni komunikasi, perencanaan, serapan anggaran, capaian kinerja, latar belakang pendidikan, pengalaman, dan dukungan Politik.

Sumber penelitian berasal sejumlah dokumen dan pemberitaan media. Termasuk yang utama membandingkan antara perencanaan kementerian dengan capaian kinerja setelah satu tahun masa jabatan. Laporan ini memperlakukan metodologi yang sama untuk mengkaji kinerja menteri-menteri yang menjabat belakangan, hasil reshuffle I pada 12 Agustus 2015 lalu.

“Berdasarkan hasil studi Setara terhadap indikator-indikator kinerja menteri, kami menilai Menteri Susi kinerjanya terbaik di antara para menteri lain. Menteri Susi mendapat nilai dengan skor 8,29,” ujar peneliti Setara Ismail Hasani di Kantor Setera Institute, Benhil, Jakarta.

Selain Susi, kata Ismail masih ada sembilan menteri yang lain yang kinerjanya baik menurut Setara Istitute. Kesembilan menteri tersebut adalah Tjahjo Kumolo (8), Ferry Mursyidan Baldan (7,86), Anies Baswedan (7,57), Yuddy Chrisnandi (7,29), Pramono Anung (7,29), Lukman Hakim (7,14), Retno Marsudi (7,14), Marwan Jafar (7), dan Hanif Dakiri (6,86).

“Menteri yang berlatar belakang non-parpol seperti Susi, Anis Baswedan, dan Retno LP Marsudi membukukan skor tinggi utamanya ditopang oleh variabel kompetensi dan kepemimpinan. Meskipun minim dukungan politik, menteri-menteri tersebut mampu menjalankan tugasnya dengan baik,” jelas Ismail.

Sementara, tujuh menteri terbaik lain merupakan menteri yang berasal dari kalangan parpol. Selain menunjukkan kinerja yang baik, ketujuh menteri tidak berkontribusi menimbulkan kegaduhan politik yang mengganggu dinamika kinerja kabinet.

Dalam survei tersebut, Setara Institute juga menyoroti 10 menteri yang kinerjanya buruk, yakni Rizal Ramli, Arief Yahya, Sudirman Said, Nila F Moeloek, Rini Soemarno, Yasonna Laoly, Bambang Brodjonegoro, Yohana Yembise, serta Thomas Lembong.

Nama nama ini disebut tidak bisa membuat masyarakat menjadi lebih puas. Selain itu ada beberapa menteri dari latar belakang parpol dianggap tidak bisa berperan secara baik. Khusus untuk Jaksa Agung HM Prasetyo dinilai berkinerja buruk sebab dirinya mempunyai kekerabatan partai dan dikaitkan dalam kasus Gatot Pujo Nugroho.

“Dari hal ini, menurut saya pada reshuffle jilid II, Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla didorong untuk memberikan perhatian lebih pada menteri non-parpol. Studi ini merekomendasikan agar menteri-menteri yang memiliki kinerja buruk bisa dievaluasi dan menjadi fokus utama reshuffle,” imbuh Ismail. (bst)