Survey: Orang Indonesia Doyan Kuliner

makanan
Tak salah bila saat ini anda akan dan sudah terjun di bisnis kuliner. Setidaknya survey dari Credit Suisse Research Institute (CSRI) bisa menjadi rujukan. Dalam survey tersebut, terungkap bahwa orang Indonesia paling doyan jajan makanan alias kuliner. Kesimpulan tersebut berdasarkan survey bertajuk `Emerging Markets Consumer Survey 2015`. Dalam survey tersebut, Credit Suisse berhasil mengungkap dua hal yang paling menguras pendapatan orang Indonesia. “Sama halnya dengan negara-negara lain dengan PDB rendah, pangan masih menguras persentase terbesar pendapatan bulanan masyarakat Indonesia, meski secara proporsi angka, jumlahnya lebih rendah dibandingkan survei sebelumnya,” seperti dikutip dari laporan resmi CSRI, Jumat (13/2/2015).
Sejak 2013, inflasi makanan dan minuman di Indonesia berada di level moderat karena kebanyakan konsumen menyatakan, harga dasar pangan naik di bawah tujuh persen. Angka tersebut masih di bawah standar kenaikan upah yang kni dinikmati banyak pegawai. “Belanja terbesar kedua adalah untuk layanan publik dan perumahan, yang kemungkinan besar dipicu naiknya tarif dasar listrik dan harga rumah,” terangnya.
Survei 2015 menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia cenderung membelanjakan uangnya untuk smartphone, akses Internet, properti, sepeda motor, dan telepon selular. Tahun lalu, kebanyakan total belanja konsumen dihabiskan untuk, produk susu, minuman berkarbonasi, TV dan smartphone.
Sejauh ini, survei tersebut menemukan, masyarakat Indonesia tetap berhati-hati dengan rencana belanja jangka pendek, dan menempati peringkat keempat dalam kategori `saatnya untuk belanja besar` yang mencerminkan lingkungan makro secara umum.
Dari survei tersebut, terungkap juga optimisme konsumen yang kian meningkat, terutama dalam sektor belanja perangkat teknologi dan peluang di industri otomotif. Itu terjadi di tengah depresiasi rupiah dan inflasi akibat perubahan harga BBM, penyesuaian upah minimum daerah, serta pemilihan umum tahun lalu. (lp6)