Survei UI : Risma Capres Alternatif Terkuat

Survei UI : Risma Capres Alternatif Terkuat

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjadi calon presiden (capres) alternatif terkuat untuk pemilu 2014. Demikian hasil survei terbaru Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia (UI)

Dalam survei UI itu, muncul nama lima tokoh. Selain Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, juga ada Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama, Akademisi Anies Baswedan dan pengusaha ternama Chairul Tanjung.

“Kendati belum ada partai yang mengusung, mereka diyakini sanggup menandingi elektabilitas Joko Widodo, yang selama ini selalu di urutan teratas sejumlah survey,” jelas Ketua Laboratorium Psikologi Politik UI, Hamdi Muluk, dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (29/12/2013).

Ia lalu mengungkapkan dalam para capres alternatif itu dinilai dari berbagai segi. Penilaian tersebut adalah dari sisi visioner, kepemimpinan, intelektualitas, kemampuan politik, kemampuan komunikasi politik, stabilitas emosi, kemampuan manajerial, penampilan, dan integritas moral,” katanya.

Anis Baswedan, contohnya, menurut Hamdi dinilai bisa menyelesaikan persoalan bangsa di bidang pendidikan dengan gagasan-gagasannya yang istimewa. Selain itu Anis juga dipandang sebagai sosok yang mempunyai kecerdasan yang istimewa sehingga menempatkannya di posisi tiga teratas.

Menurut Hamdi, Wali kota Surabaya Tri Rismaharini menempati peringkat satu karena dinilai yang paling baik dari sisi kepemimpinan, kemampuan managerial dan juga integritas moral. Sedangkan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama, dinilai sebagai sosok yang unggul dalam sisi visioner, intelektualitas, dan kemampuan komunikasi politik.

Peneliti dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Firman Noor, mengungkapkan tokoh-tokoh ini adalah totkoh-tokoh baru yang fresh bagi masyarakat dan dinilai sebagai orang-orang yang qualified untuk menjadi seorang pemimpin.

“Kita masih banyak stok pemimpin yang mampu memimpin bangsa ini. Oleh karena itu kita harus membuat mereka bisa tampil,” katanya.

Dengan konstitusi yang ada saat ini maka akan amat jarang pihak-pihak yang punya kompetensi yang muncul ke permukaan. (viva/bh)