Survei: Risma Pemimpin Masa Depan

Survei: Risma Pemimpin Masa Depan

 

Nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini makin diperhitungkan di bursa capres 2014. Kiprahnya menata Kota Pahlawan menjadi inspirasi kalangan luas. Reputasinya terus meroket seiring dengan kesuksesannya meraih berbagai penghargaan, baik di level nasional, Asia, maupun dunia.

 

Yang mutakhir, Risma juga menjadi salah satu kandidat peraih Lee Kwan Yew Award. Nama Risma pun menggaung lebih luas dari skup Surabaya yang dipimpinnya. Perempuan berjilbab, berwajah bulat itu, mulai diperhitungkan sebagai pemimpin masa depan republik ini.

 

Political Communication Institute mengumumkan, Tri Rismaharini sebagai pesaing terkuat Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) di bursa kandidat calon presiden 2014. Survei “Mencari Pesaing Jokowi” digelar pada 2-25 Januari 2014 terhadap 1.200 responden di 33 provinsi di Indonesia. Hasilnya sangat mengejutkan. Sebab ternyata nama Risma berada di urutan teratas dengan elektabilitas 19,1 persen.

 

Tujuan Political Communication Institute (Polcomm) menggelar survei ini untuk membuka wacana calon presiden alternatif kepada masyarakat di luar nama-nama yang selama ini sudah santer disebut.

 

Dalam berbagai survei, Jokowi selalu meraih elektabilitas tertinggi sebagai capres. Itu sebabnya Polcomm mencari tahu tokoh-tokoh mana saja yang bisa meraup suara mendekati pencapaian Jokowi.

 

Untuk mengetahui figur-figur potensial menjadi pesaing Jokowi, Polcomm melakukan riset analisis konten untuk menjaring nama kandidat capres. Polcomm memantau wacana yang berkembang di media massa nasional. Ada 22 media yang diriset, yakni 6 media cetak, 10 media televisi, dan 6 media online.

 

Nama-nama yang terjaring dalam riset itu kemudian ditanyakan dalam survei kepada responden dengan teknik wawancara langsung. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kesalahan 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

 

Hasil survei memperlihatkan, Risma paling berpotensi menyaingi Jokowi dengan elektabilitas 19,1 persen. Di bawah dia berturut-turut Dahlan Iskan 18,7 persen, Priyo Budi Santoso 18,5 persen, Irman Gusman 11,9 persen, Ali Masykur Musa 11,2 persen, Hary Tanoesoedibjo 10,8 persen, Yusril Ihza Mahendra 9,7 persen, dan Puan Maharani 9,6 persen.

 

Ini bukan kali pertama nama Risma diunggulkan dalam survei. Hasil survei serupa pernah dirilis Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia pada 29 Desember 2013. Dalam survei itu, Risma bertengger di posisi pertama sebagai lawan terberat Jokowi, disusul Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Anies Baswedan, Chairul Tanjung, dan Ketua KPK Abraham Samad.

 

Ketua Laboratorium Psikologi Politik UI, Hamdi Muluk, mengatakan Risma dan nama-nama lain yang muncul dalam survei lembaganya dinilai punya integritas yang bisa menginspirasi Indonesia di masa depan. Seperti Polcomm, survei Laboratorium Psikologi Politik UI tak menyertakan nama capres yang sudah sering diperbincangkan. Kedua survei tersebut sengaja menyasar tokoh alternatif.

 

Seperti Jokowi, Risma  merupakan kader PDIP pimpinan Megawati Soekarnoputri. Bersama Jokowi dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Risma berada di deretan kader PDIP paling menonjol yang diproyeksikan menjadi pemimpin nasional. Hal tersebut dikatakan politisi senior PDIP Panda Nababan belum lama ini.

 

Megawati pun sejak akhir tahun lalu mulai rajin memunculkan wajah Risma ke hadapan publik. Ia misalnya menghadiri seminar di  Univesitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, bersama Jokowi dan Risma pada pertengahan Desember 2013.

 

Risma menjabat sebagai Wali Kota Surabaya sejak 28 September 2010. Sebelum menjadi wali kota, alumnus Arsitektur ITS itu menjabat sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan, serta Kepala Badan Perencanaan Kota Surabaya. Di masa kepemimpinan Risma, Surabaya menjadi lebih asri. Taman-taman hijau dan trotoar dibangun.

 

Di tangan Risma, Surabaya meraih tiga kali Piala Adipura secara berturut-turut, yakni pada tahun 2011, 2012, dan 2013. Surabaya juga memperoleh penghargaan Future Government Awards 2013, menyisihkan 800 kota lainnya di seluruh Asia-Pasifik.(viv/bh)