Survei Reform Institute: Pemilih Demokrat Mengalir ke Nasdem

Survei Reform Institute: Pemilih Demokrat Mengalir ke Nasdem
Yudi Latif, Survei Reform Institute

Suara pemilih Partai Demokrat mengalir ke Partai Nasdem. Demikian hasil survei persepsi yang dilakukan Reform Institute terhadap partai-partai politik peserta Pemilu 2014.

“Partai Demokrat jatuh ke urutan empat sebagai partai pilihan 9,27 persen responden, padahal Demokrat masuk dalam tiga besar sebagai partai yang disukai oleh 13,81 persen responden,” kata Pemimpin Survei Nasional Reform Institute, Yudi Latif, di Jakarta, Rabu (18/12/2013).

Survei persepsi masyarakat oleh Reform Institute itu melibatkan 1.500 responden di 33 provinsi pada 4-25 November 2013 dengan metode wawancara tatap muka dan margin of error sebesar 2,53.

Yudi mengatakan berdasarkan uji statistik partai politik pilihan responden perilaku dan kasus-kasus korupsi yang menyangkut kader Partai Demokrat sebagai penyebab penurunan elektabilitas partai tersebut.

Sementara, Partai Nasdem dipilih 4,8 persen responden survei atau berada di urutan ke enam pilihan responden setelah Partai Demokrat dan Partai Hanura.

Survei Reform Institute itu juga menunjukkan sebanyak 46,04 persen responden yang memilih Partai Demokrat tidak akan memilih salah satu perserta konvensi.

Sebanyak 33,81 persen responden yang memilih Partai Demokrat memilih Dahlan Iskan sebagai calon pemimpin dari peserta konvensi Demokrat yang disusul Irman Gusman (6,47 persen responden) dan Marzuki Alie (5,76 persen responden).

Pengamat komunikasi politik, Tjipta Lesmana, mengatakan elektabilitas Partai Demokrat anjlok karena publik tidak lagi percaya terhadap Pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu II.

Nasib Demokrat sangat ditentukan oleh pengembangan kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melibatkan kader partai itu, kata Tjipta.(ant/wh)