Survei : Penjualan Mobil Murah Melesat 144 Persen

Survei: Penjualan Mobil Murah Melesat 144 Persen

Penjualan mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC) di Indonesia diprediksi melesat 144 persen menjadi 125 ribu unit, dibanding realisasi 2013 sebanyak 51 ribu unit.

Lonjakan penjualan mobil murah menjadi salah satu faktor pendongkrak penjualan mobil di pasar domestik tahun ini menjadi 1,31 juta unit, naik 6,5 persen dari realisasi tahun lalu sebanyak 1,22 juta unit.

Berdasarkan proyeksi perusahaan riset dan konsultan global Frost & Sullivan, konsumen di dalam negeri memburu LCGC karena harganya terjangkau dibandingkan jenis mobil lain. Angka proyeksi Frost & Sullivan lebih tinggi dibanding versi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sebanyak 1,22 juta unit atau stagnan dibanding 2013.

“Secara keseluruhan, pertumbuhan penjualan mobil di pasar domestik tahun ini memang lebih rendah dibanding realisasi tahun lalu sebesar 10 persen. Pemicunya adalah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, kenaikan BI rate, ser ta ekspektasi penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan tarif dasar listrik (TDL),” kata Vice President, Automotive & Transportation Vivek Vaidya

Dia mengungkapkan, selain ditopang mobil murah, kenaikan penjualan didorong digelarnya pemilu legislatif dan presiden serta pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan mencapai 5,5-6 persen. Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) dimotori konsumsi domestik dan terus bertambahnya jumlah kelas menengah.

Peningkatan arus investasi serta perbaikan infrastruktur kian memperkuat prospek penjualan mobil tahun ini.

“Penjualan mobil Indonesia bakal memecahkan rekor baru lagi tahun ini. Faktor utama pemicunya adalah pemilu dan LCGC,” ujar Vaidya. (inv/bh)