Survei: Ini Empat Menteri Kabinet Kerja Terpopuler

Survei: Ini Empat Menteri Kabinet Kerja Terpopuler

Setelah dua bulan bekerja, menteri-menteri dalam kabinet kerja Joko Widodo dan Jusuf Kalla dianggap masih belum mampu menunjukkan kinerja optimal. Namun, dari 36 menteri yang menjadi anggota kabinet, terdapat empat di antaranya memperoleh perhatian lebih banyak dari pubik berdasar gebrakan dan kinerjanya.

“Hasil survei (Cyrus Network) menunjukkan, ada empat menteri yang cukup dikenal dan mendapat perhatian masyarakat. Itu pun, tidak semuanya menunjukkan kinerja menjanjikan,” kata CEO Cyrus Network Hasan Nasbi, dalam diskusi hasil survei terhadap approval rating pemerintahan Jokowi-JK di Tulodong, Jakarta Selatan.

Survei yang dilakukan terhadap 1.220 responden di 33 provinsi itu menemukan, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Sosial dan Tenaga Kerja Khofifah Indar Parawansa, Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan, dan Menteri Pembangunan dan Pengembangan Manusia Puan Maharani, mendapatkan perhatian lebih banyak dari publik. Sementara selebihnya, kurang dikenal masyarakat dan tidak terdengar sepak terjangnya.

“Susi mendapatkan perhatian tertinggi dari masyarakat. Dari 35 persen responden yang memberikan penilaian, sebagian besar menganggap Susi sebagai menteri yang paling menjanjikan dari sisi kinerja dan hanya 6 persen responden yang meragukan kinerjanya. Padahal namanya baru dikenal namanya pasca pelantikan,” ujarnya.

Menteri yang mendapatkan perhatian terbanyak berikutnya, lanjut Hasan, adalah Puan Maharani, ada 22 persen responden yang memberikan perhatian kepada putri ketua umum PDI Perjuangan itu. Kendati demikian, 12 persen di antaranya menilai Puan sebagai menteri yang tidak menjanjikan.

Dua menteri setelah Puan yang mendapat perhatian terbanyak adalah Anies Baswedan dan Khofifah. Keduanya mendapat apresiasi yang positif dari responden. “Secara umum masyarakat menilai kabinet ini sebagai kabinet yang biasa saja. Yang menilainya sebagai kabinet yang kinerjanya baik dan kompeten tidak lebih dari 50 persen dan yang menganggapnya buruk hanya 8,5 persen. Lebih dari 40 persen cenderung netral,” bebernya.

Survei ini diselenggarakan pada 1-7 Desember. Responden adalah penduduk Indonesia yang berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah, dengan proporsi gender 50:50. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka dengan metode acak sederhana. Tingkat kepercayaan survei ini mencapai 85 persen dengan toleransi kesalahan 3,1 persen. (bst/ram)