Survei: Elektabilitas Risma-Whisnu Capai 93,5%

Survei: Elektabilitas Risma-Whisnu Capai 93,5%
Tris Rismaharini-Whisnu Sakti Buana yang diprediksi melenggang dalam Pilkada Surabaya 2015. foto: arya wiraraja/enciety.co

Tim Risma-Whisnu optimistis pasangan nomor urut dua kembali memenangi Pilkada Surabaya 2015. Optimisme itu terbangun setelah hasil survei terakhir November lalu menempatkan pasangan petahana unggul telak.

Survei Surabaya Consulting Group (SCG) menempatkan Risma Whisnu memperoleh 94% dan Rasiyo-Lucy 6%. Sementara Survei Indo Barometer menempatkan Risma-Whisnu 82,3% dan Rasiyo-Lucy 4,5% sementara 12,9% belum memutuskan pilihannya.

“Sehingga bisa dikatakan, potensi elektabilitas Indo Barometer Risma-Whisnu adalah 93,5% dan Rasiyo-Lucy 6,5%,” jelas Direktur Eksekutif SCG Consulting Didik Prasetiyono, di Kantor Tim Pemenangan Risma-Whisnu di Jalan Kapuas, Senin (7/12/2015).

Menurut Didik, hasil survei ini membangun optimisme Tim Risma-Whisnu. “Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan pemilih Kota Surabaya kembali kepada Bu Risma dan Mas Whisnu,” ucapnya.

Tim Kampanye Risma-Whisnu, lanjut dia, siap untuk membuka survey dan menyilakan untuk audit metodologi. “Baik SCG Consulting maupun Indo Barometer Jakarta siap untuk audit metodologi,” tegasnya.

Hal ini dia sampaikan, menyikapi hasil survei yang berbeda, yang menempatkan hasil persentase kemenangan Risma-Whisnu yang berbeda. Atau bahkan menempatkan pasangan Rasiyo-Lucy sebagai pemenang Pilkada Surabaya.

“Mari kita uji reliabilitas dan validitas survei saat coblosan tanggal 9 besok. Kami yakin karena metodologi ilmiah yang dipakai sudah terukur dan patut, juga dilakukan oleh dua lembaga survei yang berbeda,” terangnya.

Menurut dia nya, sangat berbahaya bila ada yang melacurkan hasil survei, atau dikenal sebagai ‘survei pesanan’. Sebab itu berpotensi merusak kredibilitas lembaga survei dan pimpinan lembaga survei tersebut

“SCG dan Indo Barometer siap untuk diaudit metodologi dan mempertanggungjawabkan hasil survei ini,” tambahnya.

Soal tingginya elektabilitas pasangan Risma-Whisnu, sebut Didik, ada beberapa faktor yang menentukan. Yakni, tingginya kepuasan masyarakat atas pemerintahan incumbent, tingginya kepuasan masyarakat atas kemajuan infrastruktur jalan, taman, kesehatan, dan sekolah.

“Persepsi kepuasan masyarakat atas kemajuan Kota Surabaya mencapai 96 persen. Hal ini yang membuat Risma dan Whisnu begitu digdaya di Pilkada Surabaya,” pungkasnya. (wh)