Survei: 39,9 Persen Pemilih Terima Politik Uang

Survei : 39,9 Persen Pemilih Terima Politik UangPolling Center bekerjasama dengan The Asia Foundation merilis survei tentang sikap dan praktik pemilih terhadap politik uang. Manager Research Polling Center Heny Susilowati menyebut bahwa mayoritas masyarakat tak terpengaruh politik uang.

“Mayoritas masyarakat tetap memilih sesuai hati nurani mereka walaupun diberi uang oleh para calon, ini berarti politik uang sudah tidak efektif lagi sebagai strategi politik,” ujar Heny saat rilis survei di Terrace Garden Hotel Four Seasons, Jl. HR Rasuna Said, Setia Budi, Jakarta Pusat, Kamis (19/12/2013).

“Sebanyak 39,9 persen pemilih menerima politik uang saat kampanye, dan sebanyak itu pula menerimanya di rumah. Temuan menarik adalah sebanyak 18,7 persen mendapatkan saat acara perkumpulan remaja, dan 18,2 persen mendapatkan di acara keagamaan seperti pengajian,” paparnya.

Sementara itu hanya 8,1 persen yang menemui politik uang di Balai Desa, dan 7,6 persen yang mendapatinya di TPS. Namun responden memiliki sikap berbeda-beda terhadap politik uang, berikut hasil surveinya:

1. Pemilih tetap memilih sesuai dengan hati nurani mereka sebanyak 45,9 persen.
2. Pemilih sama sekali tidak akan memilih calon atau parpol yang memberikan politik uang sebanyak 25,6 persen.
3. Pemilih yang memilih pemberi atau yang menawari politik uang sebanyak 14,5 persen.
4. Pemilih sama sekali tak akan memilih saat Pemilu saat mengetahui praktik politik uang sebesar 2,4 persen.
5. Tidak jawab sebesar 10,6 persen.

Survei ini dilakukan dengan metode wawancara tatap muka dengan 2760 responden yang memiliki hak suara. Adapun survei diambil dari 6 kota yakni Aceh, Jakarta, Jawa Timur, NTT, dan Sulawesi Selatan dengan margin error 1,9 persen dan kepercayaan 95 persen pada 17-26 September 2013.(detik/bh)